Kota Malang, TagarJatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang menggelontorkan dana Rp10 miliar untuk renovasi pembangunan Stadion Gajayana, Kota Malang, Jawa Timur. Renovasi dilakukan untuk persiapan Kota Malang menjadi tuan rumah Porprov IX Jatim 2025,
Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan bahwa penutupan Stadion Gajayana itu untuk dilakukan renovasi. Karena, Kota Malang menjadi salah satu tuan rumah Porprov IX Jatim 2025.
“Renovasi Stadion Gajayana ini menelan anggaran mencapai Rp 10 miliar. Dan anggaran tersebut diambil dari APBD Kota Malang 2025,” kata Baihaqi, Rabu (15/1/2025).
Ia menjelaskan secara rinci penganggaran Rp 10 miliar itu digunakan untuk pekerjaan renovasi, mulai Rp 5,4 miliar dialokasikan untuk pembangunan lintasan lari, Rp 3,1 miliar untuk pengecatan dan perbaikan fasilitas, Rp 999 juta untuk pengadaan scoring board yang menggunakan videotron, serta Rp 350 juta untuk pengadaan lampu stadion.
“Renovasi itu sendiri juga akan mencakup empat pekerjaan utama, mulai dari pembangunan lintasan lari, pengecatan tribun, pengecatan bagian depan stadion, perbaikan fasilitas ruang ganti dan toilet hingga pemasangan scoring board baru,” jslasnya.
Khusus untuk lintasan lari, kata Baihaqi mengaku itu akan menjadi pekerjaan utama. Sebab, nantinya lintasan tersebut akan dibangun baru. Dan rencananya akan digunakan untuk cabang olahraga atletik.
“Lintasan lari nanti dibuat dengan bahan latex, mirip seperti di Gelora Bung Tomo, itu standarnya. Hasilnya nanti seperti itu. Jadi yang ada saat ini itu nanti dibongkar kurang lebih kedalaman 15 sentimeter, kemudian dicor dengan standar minimal itu 8 sentimeter, kemudian baru finishing untuk lintasan lari,” ujarnya.
Menurut Baihaqi anggaran renovasi Rp10 miliar tidak termasuk pekerjaan seperti penggantian kursi tribun dan perbaikan rumput lapangan. Hal itu karena pengerjaan itu belum masuk dalam anggaran.
“Anggaran kami belum menjangkau. Untuk tribun nanti akan dicat saja, yang rusak itu dikerok agar catnya hasilnya bagus. Hanya pengecatan eksterior, tidak sampai penggantian kursi,” kata Baihaqi.
Baihaqi memastikan waktu pekerjaan selama 5 bulan akan cukup untuk menyelesaikan pekerjaan renovasi. Terlebih penyelenggaran Porprov pada awal Juli 2025 akan digelar.
“Karena ini gak tidak ada pekerjaan berat, hanya pengecatan, kemudian kita fungsikan toiletnya. Paling yang butuh lumayan lama ya lintasan lari sama pengecatan, kurang lebih 4 bulanan,” pungkasnya. (*)




















