Blitar, Tagarjatim.id – Sebanyak 486 makam di Desa Siraman Kecamatan Kesamben,Kabupaten Blitar, Jawa Timur, dibongkar untuk kepentingan proyek strategis nasional pembangunan jalan layang penghubung Brongkos Blitar – Karangkates Kabupaten Malang. Makam yang dibongkar akan direlokasi ke tempat lain.
Kepala Dusun Bambang, Desa Siraman, Sutinah, mengatakan, pembongkaran makam dilakukan karena ada rencana pelurusan jalan dan akan dibangun jalan layang.
“Di lahan makam ini akan dibangun jembatan layang untuk pelurusan jalan sehingga dilakukan pembongkaran,” kata Sutinah, Selasa (14/1/2025).
Dia menambahkan, dari total 486 makam yang dibongkar 247 diantaranya masih memiliki ahli waris. Mereka semua telah sepakat untuk dilakukan relokasi makam.
Setelah dibongkar, jenazahnya direlokasi di tempat lain yang sudah disediakan.
“Ini sudah kesepakatan warga dan seluruh ahli waris makam yang hari ini dibongkar. Setelah dibongkar, jenazahnya direlokasi di tempat lain yang sudah disediakan,” ungkapnya.
Kepala Bidang Peningkatan Kapasitas Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup, Kabupaten Blitar, Hakim Catur Yulianto mengungkapkan pembongkaran makam untuk jalan raya tersebut merupakan proyek strategis nasional pemerintah pusat.
Ia menjelaskan proyek jalan layang itu akan menghubungkan jalur Brongkos Blitar dengan Karangkates Kabupaten Malang.
“Ini proyek nasional pemerintah pusat. Kita hanya menjalankan relokasi makam,” terangnya.
Catur menyebut untuk pemindahan makam, pemerintah menyiapkan dana Rp400 juta. Masing-masing ahli waris mendapatkan Rp1 juta.
“Uang ganti rugi itu ada yang langsung ditransfer ke ahli waris dan ada yang dititipkan kelompok masyarakat yang disertai dengan surat keterangan,” kata Catur.
Slamet Purwanto salah satu ahli waris mengatakan, pihaknya sudah menerima sosialisasi pembongkaran makam tersebut. Pihaknya pun dijanjikan bakal mendapatkan ganti rugi atas pembongkaran makam itu.
“Sudah ada sosialisasi, informasi yang saya dengar dapat ganti rugi Rp 1 juta. Tapi belum cair,” kata Slamet.
Slamet sendiri memiliki tujuh keluarga yang dimakamkan di tempat tersebut. Kini ketujuh makam keluarganya semua direlokasi ke tempat baru yang tak jauh dari makam lama.
Sementara harapan warga Usai pembongkaran makam ini, jalan tersebut segera di bangun pasalnya rencana pembangunan ini sejak tahun 2018.Agar rencana pembangunan tidak macet dan nantinya makam agar tidak tergusur lagi.




















