Tagarjatim.id – Pada tahun 1941, Henry Ford, pendiri perusahaan otomotif Ford Motor Company, memperkenalkan sebuah inovasi revolusioner yang menjadi sorotan dunia. Ia menciptakan mobil yang sebagian besar komponennya terbuat dari bahan plastik berbasis kedelai.

Mobil ini, yang kemudian dikenal sebagai Soybean Car atau mobil plastik, merupakan langkah awal menuju kendaraan ramah lingkungan. Meskipun proyek ini tidak sempat diproduksi secara massal, gagasan Henry Ford telah memengaruhi perkembangan teknologi otomotif hingga saat ini.

Mobil plastik karya Ford dirancang pada masa ketika dunia menghadapi berbagai tantangan akibat Perang Dunia II. Kekurangan bahan baku seperti baja dan logam lainnya mendorong Ford untuk mencari alternatif material yang lebih murah, ringan, dan mudah diperoleh.

Ia bekerja sama dengan George Washington Carver, seorang ilmuwan terkenal di bidang agrikultur, untuk menciptakan bahan plastik yang terbuat dari serat alami, termasuk kedelai, gandum, dan rami.

Ford berhasil menciptakan bodi mobil yang terbuat dari 14 panel plastik berbasis kedelai. Material ini 30 persen lebih ringan daripada baja konvensional, menjadikan mobil lebih hemat bahan bakar. Selain itu, bahan ini diklaim lebih tahan terhadap benturan dan korosi, menjadikannya inovasi yang sangat menjanjikan.

Pada Agustus 1941, Ford memperkenalkan prototipe Soybean Car dalam sebuah pameran di Michigan. Mobil ini dipasang pada sasis besi, tetapi sebagian besar bodinya menggunakan plastik kedelai. Ford bahkan menunjukkan kekuatan material tersebut dengan memukul kap mobil menggunakan palu tanpa meninggalkan kerusakan sedikit pun.

Mobil ini juga menggunakan bahan bakar berbasis etanol, menjadikannya salah satu mobil pertama yang mengintegrasikan konsep keberlanjutan dalam desain dan operasinya.

Henry Ford mematenkan inovasi mobil plastik ini pada 13 Januari 1942, sebagai langkah untuk melindungi idenya. Namun, meskipun potensinya besar, berbagai kendala menghentikan pengembangan lebih lanjut.

Perang Dunia II menyebabkan fokus industri bergeser sepenuhnya ke produksi alat perang. Selain itu, setelah perang berakhir, bahan baku logam kembali tersedia dalam jumlah besar dan murah, sehingga minat terhadap material alternatif seperti plastik kedelai menurun.

Meskipun Soybean Car tidak pernah diproduksi massal, inovasi ini menciptakan landasan penting bagi penelitian bahan alternatif dalam industri otomotif. Hingga kini, konsep penggunaan material ringan dan berkelanjutan terus dikembangkan, terutama dalam upaya mengurangi emisi karbon dan mendukung keberlanjutan lingkungan.

Henry Ford tidak hanya dikenang sebagai pelopor industri otomotif modern, tetapi juga sebagai visioner yang berusaha memadukan teknologi dengan keberlanjutan. Soybean Car adalah salah satu bukti nyata bagaimana inovasi dapat menjadi solusi terhadap tantangan zaman, meskipun tidak selalu berhasil diwujudkan sepenuhnya.

Mobil plastik Henry Ford adalah simbol dari semangat inovasi dan keberlanjutan. Meski proyek ini terhenti, gagasan-gagasannya tetap relevan hingga hari ini, terutama di tengah upaya global untuk mengurangi dampak lingkungan dari kendaraan bermotor. Inovasi ini mengajarkan bahwa ide-ide revolusioner sering kali membutuhkan waktu untuk benar-benar diakui dan diwujudkan. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H