Kota Batu, Tagarjatim.id – Meskipun belum ada laporan tentang adanya masyarakat yang terjangkit HMPV di Kota Batu, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengambil langkah-langkah antisipatif. Mereka juga meminta agar Masyarakat tidak terlalu panik, namun tetap waspada dengan tetap menjaga pola hidup sehat.
“Virus HMPV (Human Metapneumo Virus) adalah virus yang menular melalui droplet dan kontak. Sehingga Dinas Kesehatan Kota Batu melakukan beberapa langkah antisipasi untuk mencegah penyebaran dan mengurangi dampaknya di Masyarakat,” ujar dr Susana Indahwati, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Sabtu (11/1/2025).
Beberapa langkah antisipatif yang dilakukan antara lain melakukan penguatan terhadap sistem surveilans dengan meningkatkan pengawasan terhadap kasus-kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Hal ini dilakukan di semua fasilitas Kesehatan yang ada di Kota Batu, baik puskesmas, klinik, hingga rumah sakit. Dalam upaya ini juga dilakukan pengumpulan data kasus, gejala, usia pasien, dan informasi epidemiologi lainnya.
Selanjutnya, Dinkes melakukan pemantauan terhadap tren dan pola. Dalam hal ini dilakukan analisa atas data surveilans untuk mengidentifikasi tren peningkatan kasus, kelompok usia yang paling terdampak, dan pola penyebaran geografis di Kota Batu.
Tak hanya survey lapangan, Dinkes Kota Batu juga melaksanakan edukasi masyarakat terkait promosi Kesehatan. Dinkes mengkampanyekan pola kebersihan tangan dengan menggalakkan kampanye cuci tangan pakai sabun dan air mengalir secara rutin.
Kampanye ini dilakukan melalui berbagai media, seperti media sosial, spanduk, brosur, dan penyuluhan langsung di masyarakat.
“Dalam edukasi, masyarakat juga dididik untuk menerapakan etika batuk dan bersin. Yaitu, dengan menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk atau bersin, dan membuang tisu bekas pada tempatnya,” jelas Susana.
Sementara untuk menekan kepanikan warga, Dinkes Kota Batu juga menyediakan informasi yang akurat dan mudah dipahami tentang HMPV. Dan hal ini juga dijelaskan terkait gejala, cara penularan, kelompok risiko, dan langkah- langkah pencegahan HMPV.
Upaya ini dilakukan dengan menyasar berbagai kelompok masyarakat. Mereka melakukan penyuluhan langsung di sekolah-sekolah, posyandu, dan komunitas-komunitas masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang HMPV dan pentingnya Langkah pencegahan.
Dinkes juga melakukan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan dengan memberikan update knowledge kepada tenaga kesehatan di faskes tentang penanganan kasus HMPV, terutama pada kelompok beresiko tinggi.
Dinkes Kota Batu juga menjalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk menggalakkan penerapan protokol kesehatan di sekolah-sekolah, seperti penggunaan masker dengan benar, penyediaan fasilitas cuci tangan, dan edukasi tentang kebersihan.
Diketahui, HMPV adalah virus pernapasan umum yang biasanya bergejala ringan. Namun, pada kelompok berisiko, infeksi ini dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius.
Pencegahan yang baik dan perawatan yang tepat dapat membantu mengurangi dampak HMPV, karena tidak ada obat antivirus khusus untuk HMPV. Pada kasus yang parah dan memerlukan rawat inap, dokter dapat memberikan perawatan suportif, seperti oksigen tambahan atau bantuan pernapasan.(*)




















