Kabupaten Malang, Tagarjatim.id – Wabah Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) yang Kembali merebak membuat penjualan sapi di Pasar Hewan Gondanglegi lesu. Bahkan pedagang mengaku turun 60 persen dibandingkan sebelum adanya wabah PMK.
Meski demikian, pedagang mengaku sapi-sapi yang dijualnya di pasar dalam kondisi sehat dan terbebas dari penyakit kuku dan mulut.
Peternak sapi memiliki resep sendiri agar sapinya cepat pulih begitu ada tanda-tanda penyakit kuku dan mulut menyerang.
“Hanya 10 hari setelah diberikan ramuan, sariawan sapi sembuh Kembali dan siap dijual,” kata Abdul Halim, salah satu pedagang yang ditemui Tagarjatim.id, Kamis (9/1/2025).
Ia mengeluh kondisi Pasar Hewan Gondanglegi saat ini terlihat sepi. Padahal sapi-sapi yang dijual di pasar tersebut sehat, namun masyarakat masih khawatir.
Meski demikian, hingga saat ini pihak Dinas Peternakan juga belum ada tindakan untuk melakukan penyemprotan maupun penyediaan vaksin buat sapi yang terjangkit PMK.
Sapi-sapi mereka yang mulai muncul tanda tanda PMK langsung ditangani sendiri dengan ramuan mereka dan sudah terbukti dengan tempo 10 hari sehat Kembali.
Abdul Halim menyayangkan ketidakhadiran Dinas Peternakan Kabupaten Malang di Pasar Hewan Gondanglegi untuk melakukan pencegahan wabah PMK.(*)




















