TagarJatim.id – Wabah Penyakit Mulut dan Kaki (PMK) kembali menghantui para peternak hewan di sejumlah daerah. Sebanyak 800 ekor hewan ternak di Jawa Timur terjangkit virus mematikan tersebut. Dari ratusan hewan, 3 diantaranya ditemukan di wilayah Kota Batu.

Perlu diketahui, PMK merupakan penyakit infeksi yang bersifat akut dan mudah menular pada hewan berkuku genap atau belah. Untuk mengantisipasi ketertularan virus PMK pada hewan ternak, para peternak harus memahami cara penularan PMK itu sendiri.

TagarJatim.id mengutip situs resmi Kementerian Pertanian, disebutkan terdapat tiga cara penularan virus mematikan itu sendiri, diantaranya :

1. Kontak langsung dengan hewan terinfeksi PMK

Penukaran virus PMK sendiri sangat cepat, penyakit ini dapat berpindah atau menular pada hewan ternak dengan kontak langsung. Hewan ternak yang terjangkit PMK dapat menulari hewan ternak lain ketika kedua hewan tersebut bersentuhan atau berdekatan.

2. Kontak Tidak Langsung

Selain kontak langsung antar hewan, PMK juga dapat menular melalui kontak tidak langsung. Seperti contohnya, virus PMK dapat menempel pada manusia, alat, dan sarana transportasi.

Saat manusia atau benda yang terkontaminasi itu mengenai ternak lain, maka ternak itu dapat tertular PMK. Sehingga disimpulkan, tidak hanya melalui hewan, bahkan PMK dapat menular melalui benda maupun manusia.

3. Melalui Udara

Bahkan lebih mengerikan lagi, virus PMK dapat menyebar melalui udara. Terlebih ketika virus tersebut berjumlah banyak. Penyebaran PMK oleh angin ini bisa mencapai radius 10 kilometer.

Udara yang terkontaminasi virus ini dapat menularkan PMK ketika terhirup ternak lain. Tidak membutuhkan waktu lama pula, virus PMK dapat menyebar melalui angin dengan waktu yang singkat.

Sejumlah cara juga dapat dilakukan untuk melakukan pencegahan virus PMK, TagarJatim.id mengutip situs resmi Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian, diantaranya yakni melakukan tahapan berikut :

1. Menghentikan Penyebaran Virus

Tahap pertama pencegahan penularan PMK adalah dengan menghentikan penyebaran virus di sumbernya atau area peternakan.

Hewan ternak yang diduga menderita PMK harus segera dipisahkan dari hewan ternak lainnya. Setelahnya, proses karantina harus dilakukan demi menghindari penyebaran virus lebih luas.

Selain itu, penyemprotan kandang, kendaraan, peralatan dan perlengkapan kerja dengan disinfektan perlu dilakukan secara rutin.

2. Menghilangkan Sumber Infeksi

Hewan yang terbukti terjangkit PMK perlu diobati dengan obat khusus. Jika kondisi klinisnya berat, ternak tersebut sebaiknya dipotong agar penyebaran PMK terhenti.

Meskipun demikian, peternak diimbau tidak menjual ternaknya yang sakit karena tingkat kematian pada hewan dewasa relatif rendah (1–5%), walau pada ternak berusia muda bisa lebih tinggi.

Para peternak dihimbau melakukan upaya untuk meningkatkan imunitas ternak dengan memperbaiki mutu pakan dan memberikan terapi supportif, obat hewan seperti vitamin dan mineral.

Selain itu, benda-benda yang diduga terkontaminasi virus PMK sebaiknya dibakar untuk membunuh virus yang menempel.

3. Menghilangkan Virus PMK

Tahap selanjutnya yang harus dilakukan demi mencegah penyebaran PMK adalah menghilangkan area sekitar dari virus melalui dekontaminasi. Kandang, kendaraan, dan peralatan lain yang tidak memungkinkan dimusnahkan dapat dibersihkan melalui penyemprotan disinfektan.

4. Membentuk Kekebalan

Demi mengoptimalkan pencegahan PMK, ternak yang belum terjangkit sebaiknya diberikan vaksin untuk membentuk kekebalan. Selain itu, pastikan ternak mendapat asupan makanan yang baik agar tidak gampang sakit. (*)

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Tagar Jatim (@tagarjatimid)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H