Tagarjatim.id – Menyalakan petasan pada saat pergantian tahun, telah lama menjadi bagian dari tradisi masyarakat Indonesia, tidak urung juga pada malam tahun baru 2025 nanti.

Namun, di balik keseruannya, petasan menyimpan risiko besar yang tidak bisa diabaikan begitu saja.

Resiko bahaya itu berasal bahan kimia yang terkandung dalam petasan, serta potensi kecelakaan yang diakibatkan oleh penggunaannya.

Sebelum Anda menyalakan petasan pada malam Tahun Baru 2025 nanti, ada baiknya simak terlebih dahulu artikel ini, sebagai antisipasi resiko bahaya pada petasan.

Kandungan Kimia dalam Petasan

Petasan dirancang untuk menghasilkan ledakan, suara, cahaya, dan asap. Untuk mencapai efek tersebut, petasan mengandung bahan kimia berikut:

1. Kalium Nitrat (KNO₃)

KNO₃ berfungsi sebagai oksidator untuk mendukung pembakaran bahan bakar. Ketika dipanaskan, kalium nitrat melepaskan oksigen yang mempercepat reaksi pembakaran.

2. Belerang (Sulfur)

Bertindak sebagai bahan bakar yang mudah terbakar. Dalam pembakaran, sulfur menghasilkan gas sulfur dioksida (SO₂), yang beracun jika terhirup dalam jumlah besar.

3. Karbon (C)

Juga berfungsi sebagai bahan bakar. Kombinasi karbon dengan oksidator menciptakan panas yang cukup untuk meledakkan petasan.

4. Logam Berbahaya (seperti aluminium, magnesium, atau strontium)

Logam berbahaya itu berfunsi untuk memberikan efek visual seperti percikan warna-warni. Debu logam ini dapat menjadi polutan udara dan berbahaya jika terhirup.

5. Klorat atau Perklorat

Klorat atau Perklorat Sebagai bahan pengoksidasi tambahan, sangat reaktif dan berbahaya jika terkena tekanan atau panas yang tidak terkontrol.

Faktor yang Membuat Petasan Berbahaya

1. Reaktivitas Tinggi

Bahan kimia dalam petasan sangat reaktif, terutama jika terpapar panas, gesekan, atau tekanan. Hal ini menjadikan petasan berpotensi meledak secara tidak terduga, menyebabkan luka serius pada pengguna atau orang di sekitarnya.

2. Ledakan dan Tekanan

Petasan dirancang untuk meledak dengan cepat, menghasilkan gelombang tekanan tinggi. Gelombang tekanan ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan tubuh (seperti pecahnya gendang telinga) dan cedera mekanis seperti patah tulang atau amputasi akibat ledakan jarak dekat.

3. Racun dari Asap dan Gas

Pembakaran petasan menghasilkan gas beracun seperti karbon monoksida (CO) dan sulfur dioksida (SO₂). Jika dihirup dalam jumlah besar, gas ini dapat mengiritasi saluran pernapasan dan menyebabkan keracunan yang berbahaya bagi kesehatan manusia, terutama pada anak-anak, lansia, atau individu dengan masalah pernapasan.

4. Polusi Udara dan Lingkungan

· Pencemaran Partikel: Debu dari logam berat dan sisa pembakaran petasan mencemari udara, berkontribusi pada masalah kesehatan pernapasan dan penyakit jantung.

· Kerusakan Tanah dan Air: Residu bahan kimia dari petasan dapat mencemari tanah dan sumber air, membahayakan ekosistem lokal.

5. Risiko Kebakaran

Percikan api dari petasan dapat memicu kebakaran, terutama di lingkungan dengan bahan mudah terbakar seperti daun kering, kain, atau bangunan kayu.

6. Gangguan Pendengaran

Suara ledakan petasan yang mencapai lebih dari 120 desibel dapat menyebabkan Tinnitus (denging pada telinga), hingga beresiko pada kerusakan permanen pada gendang telinga dan saraf pendengaran.

7. Efek Psikologis

Ledakan petasan juga berdampak pada kesehatan mental, seperti trauma pada anak-anak dan stres pada individu dengan gangguan kecemasan atau PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder).

Mengapa Petasan Berbahaya?

Reaksi kimia dalam petasan adalah jenis reaksi eksotermis yang menghasilkan energi besar dalam waktu singkat. Proses ini melibatkan:

1. Pembakaran Cepat: Kombinasi bahan bakar (karbon dan sulfur) dengan oksidator (kalium nitrat) menghasilkan ledakan dan panas tinggi.

2. Pelepasan Gas: Reaksi kimia tersebut menghasilkan gas dalam volume besar, yang menciptakan tekanan mendadak dan suara ledakan.

3. Efek Visual dan Polusi: Partikel logam yang terbakar menghasilkan warna-warni di udara, tetapi juga meninggalkan residu berbahaya yang sulit diurai oleh lingkungan.

Kesimpulan

Petasan mungkin menyenangkan, tetapi risiko yang ditimbulkannya tidak bisa diabaikan. Bahaya fisik, kimia, dan lingkungan dari petasan menjadikannya objek yang harus digunakan dengan sangat hati-hati atau bahkan dihindari.

Dengan memahami kandungan kimia dan faktor-faktor yang membuatnya berbahaya, kita bisa lebih bijak dalam merayakan acara tanpa membahayakan diri sendiri, orang lain, atau lingkungan.

Jika ingin menggunakan petasan, selalu prioritaskan keselamatan dan pilih alternatif yang lebih ramah lingkungan dan aman. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H