Motif Tukang Pijat Mutilasi Pasiennya Dipicu Persoalan Ilmu Pele

Penulis : Dixs Fibriant

Malang,tagarjatim.com – Polresta Malang Kota berhasil mengungkap motif pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang tukang pijat terapi bernama Abdulrahman (50) terhadap pasiennya bernama Andrian Pranowo (34) warga Jalan Prapen Indah Blok I / 12 A RT 05 RW 07 Kelurahan Panjangjiwo, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Motif pembunuhan dipicu persoalan jasa ilmu guna-guna atau ilmu pelet yang ditawarkan pelaku terhadap korban.

Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Danang Yudanto menjelaskan kejadian ini berawal dari perkenalan pelaku dengan korban melalui aplikasi Tinder, kemudian tersangka menawarkan jika dirinya mempunyai ilmu pelet yang bisa membuat orang lain tertarik kepada korban jika menggunakan ajian ilmu pelet pelaku. Sedangkan korban yang penasaran kemudian menelepon pelaku untuk meminta ajian ilmu pelet ke pelaku.

“Jadi pelaku ini mengenal korban di aplikasi Tinder. Kemudian pelaku mengadvertising jika dirinya membuka jasa dan mempunyai ilmu guna-guna atau ilmu pelet. Korban yang tertarik kemudian menelepon pelaku dan menggunakan jasa ilmu guna-guna yang ditujukan ke seseorang agar tertarik dengan korban,” ungkap, Kompol Danang, di Mapolresta Malang Kota, Senin (8/1/2024).

Setelah beberapa lama berselang, kata Danang, korban kembali mendatangi rumah pelaku, dan menyampaikan bahwa ilmu guna-guna pelaku tidak berhasil mendapatkan seseorang yang diinginkan korban, sehingga membuat korban merasa tersinggung, dan terjadi cek cok hingga adu fisik.

“Korban dan pelaku sempat terjadi adu fisik, kemudian pelaku mengambil celurit di bawah meja di dekat pelaku dan dibacokan lehernya dua kali, sehingga korban roboh, kemudian meregang nyawa,” jelasnya.

Menurut Kasatreskrim setelah mengetahui korban meninggal, pelaku membeli pisau potong kemudian memotong kepala dan tubuh korban menjadi 9 bagian ditaruh dalam kresek dan kemudian dibuang di sungai dan dikubur dibantaran sungai.

” Korban mutilasi dipotong jadi 9 bagian, dan bagian dipisah pisahakan jadi 3 kantong kresek, yang dua kantong kresek berisi pakaian korban dan alat yang digunakan membunuh dan memotong korban dibuang di sungai. Kemudian satu bagian berisikan kepala dua telapak tangan dan dua telapak kaki dikubur di bantaran sungai,” bebernya.

Danang menambahkan untuk saat ini pihak keluarga korban dari Surabaya sudah mendatangi kamar jenazah Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. Keluarga korban juga mengakui jika tengkorak korban mutilasi tersebut benar keluarganya.

“Keluarganya meyakini jika korban adalah keluarganya setelah mengetahui dari tambalan gigi yang lepas,” ucapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, pembunuhan dan mutilasi kembali terjadi di Kota Malang. Pelaku yang berhasil diamankan, merupakan seorang tukang pijat yang membunuh pasiennya sendiri.

Dari informasi yang dihimpun, pembunuhan dan mutilasi ini dilakukan pada pertengahan Oktober 2023 dan baru terungkap pada awal Januari 2024 lalu.

Peristiwa ini terjadi di rumah kos pelaku di Jalan Sawojajar Gang 13A RT 01 RW 03, Kelurahan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Pelaku diamankan dirumah kosnya dan menunjukkan lokasi penguburan tiga bagian tubuh korban, yakni kepala, telapak tangan dan telapak kaki.

Pelaku saat ini sudah ditahan dan dijerat Pasal 338 atau Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H