Kabupaten Malang – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang memprediksi lonjakan volume kendaraan di jalur menuju destinasi wisata Gunung Bromo selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025.

Salah satu penyebabnya adalah kebijakan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) yang menambah kuota kunjungan wisatawan hingga 1.000 orang per hari. Dengan penambahan ini, total kuota pengunjung harian mencapai 3.725 orang.

Menanggapi potensi kemacetan, Dishub Kabupaten Malang telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Salah satunya adalah pendirian Pos Pengamanan di area Rest Area Gubugklakah, Kecamatan Poncokusumo.

“Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang menuju Gunung Bromo, kami mendirikan pos pengamanan di Gubugklakah. Tahun-tahun sebelumnya, pos tersebut berada di Pasar Tumpang,” kata Kepala Dishub Kabupaten Malang, Bambang, Sabtu (21/12/2024).

Bambang menambahkan, potensi kemacetan juga diperkirakan terjadi di area Pos Jemplang Bromo dan Kafe Bromo Hillside. Untuk itu, personel gabungan dari Dishub, TNBTS, TNI, dan Polri akan ditempatkan di lokasi-lokasi strategis guna mengantisipasi penumpukan kendaraan.

“Hasil rapat bersama TNBTS beberapa waktu lalu menyepakati penempatan personel di Pos Jemplang dan area sekitar Kafe Hillside. Ini untuk mengurangi kemacetan baik menuju Bromo maupun area wisata lainnya,” tambahnya.

Selain pos pantau tetap, Dishub Kabupaten Malang juga menyiapkan pos polisi bergerak serta tim pengurai kemacetan untuk wilayah utara dan selatan. Tim ini akan bertugas di sejumlah titik rawan macet, termasuk di jalur menuju destinasi wisata.

“Secara keseluruhan, kami mendirikan delapan pos pelayanan di Kabupaten Malang. Terdiri dari satu pos utama, satu pos polisi bergerak, dan tim pengurai kemacetan di wilayah utara dan selatan,” jelas Bambang.

Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengungkapkan bahwa pihaknya juga akan memberlakukan sistem buka-tutup jalur untuk mengurangi kemacetan. Langkah ini dilakukan bersama jajaran TNI, Polri, dan Dishub.

“Untuk meningkatkan keselamatan dan kelancaran arus lalu lintas, kami akan menerapkan sistem buka-tutup jalur dengan skala prioritas,” ujar Rudijanta dalam keterangan tertulisnya.

Upaya terpadu ini diharapkan mampu menjaga kelancaran akses menuju Gunung Bromo selama libur Nataru 2025 sekaligus memberikan kenyamanan bagi wisatawan. (#)

 

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H