Penulis : Mualimin
Jombang,tagarjatim.com – Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud Md menghadiri haul ke-14 KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur di Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Mahfud mengenang sosok Gus Dur yang tak pernah memanfaatkan jabatannya untuk keuntungan.
Mahfud mengatakan selama dekat dengan Gus Dur dirinya mengaku banyak mendapatkan pelajaran dari Gus Dur. Bahkan, Smsaat Gus Dur menjabat Presiden, ia pun diberi amanat sebagai Menteri Pertahanan.
“Gus Dur prinsipnya mau negara ini berdasarkan demokrasi, sesuai konstitusi. Itu perjuangan Gus Dur, sehingga banyak yang membandingkan. Gus Dur tidak pernah memanfaatkan kekuasaannya untuk mengambil keuntungan,” jelasnya kata Mahfud dalam peringatan haul ke-14 Gus Dur, di ponpes Tebukireng, Jombang, Sabtu (6/1/2024) malam.
Ia menambahkan Gus Dur merupakan salah satu tokoh dunia abad-19, yang wafatnya ditangisi jutaan rakyat. Tokoh pertama adalah dari India, Mahatma Gandhi yang wafat 30 Januari 1948, kemudian Presiden Amerika Serikat JF Kennedy, wafat 22 November 1963, kemudian pemimpin revolusi Iran Ayatullah Khoemaeni, wafat 3 Juni 1989.
Baru, kemudian muncul dari Indonesia, yakni KH Abdurrahman Wahid yang wafat pada 30 Desember 2009. Wafatnya ditangisi jutaan rakyat. Sepanjang jalan, rakyat berduka, melantunkan doa.
Bahkan, hingga 14 tahun meninggal, kuburannya selalu dipenuhi peziarah. Mereka bukan hanya dari kalangan muslim, tapi lintas agama. “Gus Dur adalah pemimpin yang selalu dikenang,” katanya.
Mahfud juga menceritakan soal drama pelengseran Gus Dur dari kursi Kepresidenna pada 2001. Saat itu, Gus Dur tetap mempertahankan prinsip. Baginya, demokrasi bukan pasar, bukan tukar menukar jabatan, melainkan menjalankan perintah sesuai konstitusi.
Saat dilengserkan tersebut, Gus Dur yang merupakan panglima tertinggi TNI tidak memanfaatkan TNI/Polri dan aparatur sipil untuk membela diri.
Hadir dalam haul tersebut, selain Mahfud Md, juga Wakil Gubernur Jatim Emil Dardak, Yenny Wahid yang merupakan putri Gus Dur, Prof. H. Nadirsyah Hosen, Ph.D. dan tamu undangan lainnya.
Ribuan masyarakat juga memadati area Pesantren Tebuireng, Jombang, mengikuti haul tersebut.




















