Kota Malang – Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono menginisiasi program vaksinasi HPV untuk anak usia 15 tahun di Kota Malang. Program ini merupakan pertama kali di Jawa Timur.
Waka Polresta Malang Kota, AKBP Adhitya Panji Anom, mewakili Kapolresta Malang Kota Kombespol Nanang Haryono mengatakan, hal ini dilakukan sebagai upaya untuk memberikan kontribusi positif terhadap masyarakat khususnya perempuan di Kota Malang.
“Dari awal program ini merupakan inisiasi Kapolresta Malang Kota untuk bisa memberikan sumbangsih positif khususnya kepada perempuan di Kota Malang,” ungkapnya.
Program vaksinasi HPV untuk anak usia 15 tahun ini akan menyasar 6.500 siswi dari SMP Negeri dan Swasta di Kota Malang. Vaksinasi dilakukan di 5 Kecamatan, dan melibatkan 16 Puskesmas.
“Untuk tenaga kesehatan kami juga akan mensupport jika memang diperlukan untuk mengerahkan tim Dokkes Polda Jawa Timur,” tambahnya.
Launching program vaksinasi ini akan dilakukan pada tanggal 20 Desember 2024. Launching dilakukan di SMPN 3 Kota Malang dengan sasaran 1.009 siswi. Sementara sisanya, akan dilakukan secara bertahap hingga Februari 2025.
“Launching nanti dipusatkan di SMPN 3, sementara 4 titik lainnya yaitu SMP Sabilillah, SMPN 20, SMPN 30 dan SMPN 10 akan dilakukan melalui zoom karena nanti serentak,” tambah Adhitya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang, dr Husnul Muarif menyambut baik program yang diinisiasi Kapolresta Malang Kota ini. Pasalnya, Vaksinasi HPV merupakan langkah penting untuk mencegah kanker serviks yang merupakan salah satu penyumbang angka kematian perempuan di Indonesia.
“Kami apresiasi program inisiasi Kapolresta ini, karena kami juga telah melakukan langkah deteksi langkah dini. Dari 300 yang di skrining diketahui puluhan perempuan di kota malang yang mengidap kanker serviks,” jelas Husnul.
Pemerintah Kota Malang sebelumnya juga telah melakukan Vaksinasi Dosis 1 dan 2 untuk anak SD kelas 5 dan kelas 6. Dengan program lanjutan ini, diharapkan lebih banyak yang terjangkau program vaksinasi HPV.
“Untuk anak kelas 5 dan 6 ada hampir 12.000 yang divaksin. Tetapi untuk anak SMP belum terjangkau karena keterbatasan dan biaya yang mahal,” tambahnya.
Dinas Kesehatan juga melibatkan Ketua Komda KIPI Kota Malang dr Ariani untuk mengantisipasi dan mengawasi adanya efek samping pasca divaksin.
“Kami libatkan Komda KIPI untuk ikut mengawasi. Namun dari vaksinasi yang sebelumnya tidak terjadi apa-apa karena vaksin ini aman,” tutup Husnul.
Untuk diketahui, Vaksinasi HPV untuk anak merupakan langkah paling efektif untuk mencegah kanker serviks. Vaksin ini memiliki harga yang cukup mahal jika dilakukan secara mandiri. Harga satu dosis vaksin, bisa mencapi Rp 3 juta hingga Rp 4 juta.




















