Kabupaten Malang – Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengungkapkan bencana banjir dan tanah longsor merusak 60 titik infrastruktur publik di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. Kerusakan tersebut menyebabkan kerugian material sebesar Rp30 miliar.
Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Ichwanul Muslimin, mengatakan infrastruktur yang rusak tersebut berdasarkan data yang telah dihimpun dari beberapa wilayah yang mengalami bencana.
“Kerugian sementara sekitar Rp30 miliar. Masih memungkin bertambah karena kondisi cuaca saat ini masuk musim penghujan,” kata Ichwanul, Kamis (12/12/2024).
Dia menjelaskan kerusakan infrastruktur tersebut meliputi jalan raya penghubung antar desa dan kecamatan. Bahkan ada jalan yang menghubungkan antar Kabupaten, Malang-Blitar, kemudian terjadi kerusakan pada akses jembatan, drainase, irigasi, hingga tembok penahan tanah ambrol, serta amblesnya jalan yang terjadi di Jalan Lintas Selatan yang berada di Desa Sumberoto Kecamatan Donomulyo, pada Rabu (11/12/2024).
“Data assessment kami saat ini ada 60 Infrastruktur yang rusak, termasuk yang terjadi di JLS Donomulyo hari ini jalan Nasional yang menghubungkan Malang-Blitar,” ungkap Ichwanul.
Seperti diberitakan sebelumnya, banjir di Kabupaten Malang terjadi pada Kamis (28/11/2024). Banjir yang terjadi akibat tingginya curah hujan ini meredam beberapa wilayah di beberapa kecamatan, yaitu Kecamatan Bantur, Kalipare, Donomulyo, Pagak, Gedangan, Sumbermanjing Wetan dan sekitarnya. Tetakhir Jalan Lintas Selatan mengalami ambles sepanjang 10 meter. Selain merusak infrastruktur, banjir juga merendam ratusan rumah warga.




















