Kota Malang – Kepala Dinas Kota Malang, dr. Husnul Muarif mengatakan sebanyak 51 wanita terdeteksi gejala kanker serviks di tahun 2023. Sementara di tahun 2024, 15 wanita terdeteksi dengan kasus yang sama.
Hal ini terungkap setelah dinkes melakukan pemeriksaan IVA (Inspeksi Visual Asam Acetat) saat rangkaian Hari Kesehatan Nasional.
“Dari 400 orang yang dilakukan pemeriksaan IVA tahun 2024, terdeteksi 15 kasus kanker serviks stadium awal yakni 1 hingga 1,5,” ungkapnya.
Dari temuan tersebut, Dinas Kesehatan kemudian melakukan penanganan awal dengan merujuk ke puskesmas. Hal ini dilakukan untuk mencegah resiko yang lebih besar.
“Langkah penanganannya dengan krioterapi di puskesmas rujukan,” tambahnya.
Husnul menambahkan, upaya pencegahan terhadap penyakit yang disebabkan Human Papilloma Virus (HPV) ini terus dilakukan. Salah satunya dengan melakukan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan organ reproduksi. Selain itu, Dinas Kesehatan juga melakukan vaksinasi tahap awal untuk anak perempuan di tingkat sekolah dasar.
“Vaksinasi untuk anak kelas 5 dan 6 SD sasarannya 11.187 anak perempuan, rencananya ada vaksinasi lanjutan untuk siswi kelas 9 dengan sasaran 6.213 pelajar,” ungkap Husnul.
Sementara itu, pakar kesehatan reproduksi Universitas Brawijaya dr. Ayunda Dewi Jayanti Jilan Putri mengatakan, Vaksinasi HPV merupakan cara paling efektif untuk mencegah infeksi HPV yang menyebabkan penyakit kanker serviks. Vaksin ini juga terbukti aman digunakan karena telah melalui banyak sistem pemantauan keamanan vaksin.
“Dari 160 penelitian, menunjukkan bahwa vaksin HPV memiliki profil kemanan yang baik,” tutur Ayunda.
Hingga saat ini, belum ditemukan bukti bahwa vaksin HPV menyebabkan masalah reproduksi pada wanita. Vaksin ini juga memiliki tingkat efektifitas 90-100 persen untuk pencegahan sebelum aktif melakukan aktifitas seksual.
“Kalau pada kasus sudah terinfeksi efektifitasnya akan berkurang,” tutup Ayunda.




















