Penulis : Dixs Fibriant

Malang, tagarjatim.com – Pengasuh Pondok Pesantren Al Falah, Desa Ploso, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri Kiai Muhammad Abdurrahman Al Kautsar atau yang akrab disapa Gus Kautsar menilai bahwa sosok KH Marzuki Mustamar adalah pejuang NU luar biasa. KH Marzuki juga selalu membimbing santrinya.

Gus Kautsar mengungkapkan bahwa sepak terjang dari Kiai Marzuki sangat luar biasa. Selama ini, ia selalu memberikan uswah serta tidak segan membimbing santri maupun kader NU lainnya.

Ia pun menilai bahwa yang terjadi pada Kiai Marzuki sudah diputuskan oleh PBNU, sehingga semua pihak menghormatinya. Selain itu, pengabdian tidak hanya di tubuh struktur melainkan bisa dimana pun.

“Beliau pejuang NU luar biasa. Siapapun yang tidak tahu tidak usah banyak omong. Pengabdiannya tidak di struktur saja tapi mulai awal sampai kita mati,” jelasnya Sabtu (6/1/2024).

Ia pun menambahkan jejak dari Kiai Marzuki sangat patut untuk dicontoh. “KH Marzuki adalah santri yang berjuang untuk NU, kami ikuti jejak beliau,” ungkapnya.

PBNU memutuskan untuk memberhentikan KH Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jatim. Keputusan pemberhentian itu tertuang dalam Surat Keputusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Nomor 274/PB.01/A.II.01.44/99/12/2023 tentang Pemberhentian Ketua PWNU Jawa Timur yang ditandatangani oleh Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf, Sekjen PBNU H Saifullah Yusuf, Rais Aam KH Miftachul Akhar, dan Katib Aam KH Akhmad Said Asrori.

Alasan PBNU memberhentikan Marzuki Mustamar berdasarkan tindakan dan pernyataan Marzuki yang dinilai sebuah pelanggaran organisasi.

Pengasuh Ponpes Mambaul Maarif, Jombang, KH Abdussalam Sohib membeberkan pemberhentian kiai Marzuki Mustamar dari Ketua PWNU Jatim oleh PBNU.

Gus Salam, sapaan akrabnya mengungkapkan kejadian itu berawal dari sebuah insiden organisasi yang prosedural yang tidak bisa diterima PBNU, sehingga menyebabkan kiai Marzuki mendapatkan 3 surat peringatan (sp) yang berujung pada pemecatan dari Ketua PWNU Jatim.

“Jadi begini beliau ini mendapatkan 3 SP (surat peringatan) dari sebuah insiden dari sebuah organisasi yang menurut kami prosedural. Pertama monatorium kaderisasi yang dilakukan PWNU Jatim, kedua konfercab di Jombang, dan yang ketiga NU award yang digelar PWNU di Ponpes Lirboyo Kediri,” ungkap Gus Salam, sapaan akrabnya. (*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H