Kota Batu – Pemerintah Kota (Pemkot) Batu mempersiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kemacetan saat libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru). Peningkatan volume kendaraan diprediksi akan terjadi pada 24-25 Desember dan 28-31 Desember, mengingat ruas jalan di Kota Batu yang relatif sempit.
Forum Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (FLLAJ) Kota Batu telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan kemacetan atau trouble spot. Penjabat (Pj) Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai, mengungkapkan bahwa Pemkot akan berkolaborasi dengan TNI, Polri, dan Kejaksaan untuk mengatasi potensi kemacetan selama momen libur panjang tersebut.
“Kami bersinergi dengan berbagai pihak untuk menyiapkan langkah antisipasi terkait kerawanan dan kemacetan lalu lintas. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan, kenyamanan, dan kelancaran selama perayaan Natal dan Tahun Baru di Kota Batu,” ujar Aries, Rabu (29/11).
Aries menambahkan bahwa langkah-langkah yang disiapkan meliputi peningkatan pengawasan dan rekayasa lalu lintas. Pemkot juga akan mempercepat pelebaran jalan di beberapa ruas, seperti di Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Semeru, yang saat ini sudah memasuki tahap akhir pengerjaan.
“Rekayasa lalu lintas dan penataan kawasan parkir di sekitar destinasi wisata akan menjadi prioritas. Selain itu, kami juga akan menertibkan pelanggar lalu lintas untuk mengurangi potensi kemacetan,” jelasnya.
Aries berharap sinergi yang solid antara pemerintah dan instansi terkait dapat menciptakan situasi yang kondusif bagi wisatawan. “Kami ingin memastikan seluruh wisatawan merasa aman dan nyaman selama berlibur di Kota Batu. Dengan persiapan yang matang, Kota Batu siap menyambut perayaan Natal dan Tahun Baru dengan penuh suka cita,” pungkasnya.
Dinas Perhubungan dan aparat kepolisian juga akan memperkuat pengamanan di titik-titik strategis serta mengarahkan arus lalu lintas agar tidak menumpuk di satu jalur. Langkah ini diharapkan mampu mengurai kemacetan yang kerap terjadi di pusat kota dan area wisata populer.




















