KOTA MALANG – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang nomor urut 2, Heri Cahyono-Ganisa Pratiwi Rumpoko, mengalami kekalahan dalam Pilkada 2024 versi hitung cepat.

Mereka menempati posisi ketiga, setelah dua rivalnya, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin dan Mochamad Anton-Dimyati Ayatulloh.

Meski demikian, calon Wali Kota Malang nomor urut 2, Heri Cahyono menegaskan bahwa ia tidak pernah menyesal atau mengeluh atas keputusannya maju dalam Pilkada 2024, meskipun hasil hitung cepat menunjukkan posisinya berada di urutan ketiga.

Heri Cahyono menyatakan bahwa tujuan awal ia mencalonkan diri sebagai Wali Kota Malang adalah untuk membawa perubahan, terutama dalam sistem pemerintahan yang dianggap masih kurang.

“Tujuan kami bukan hanya untuk menjadi wali kota. Kami maju sebagai calon Wali Kota Malang dengan niat mencari alat terbaik untuk perbaikan. Jika hasilnya tidak sesuai harapan, maka kami percaya itu adalah yang terbaik,” ujar Heri.

Hanya saja, pria yang akrab disapa Sam HC itu mengaku merasa prihatin dengan kondisi demokrasi di Indonesia yang menurutnya telah rusak.

“Kami hari ini kehilangan demokrasi. Itu yang merusak budaya kita. Ironisnya, kampanye dan program bisa kalah oleh ‘finishing’, yang biasanya berhubungan dengan uang,” ujar Sam HC.

“Negeri ini sedang sakit, namun rakyat jangan menyerah, karena yang sebenarnya menjaga Indonesia adalah rakyat itu sendiri,” tambahnya.

Sebelum mengikuti Pilkada Kota Malang, Heri telah berpesan kepada timnya agar tetap tenang dan tidak terbawa emosi, apapun hasil yang akan diperoleh nantinya.

“Saya sudah menyampaikan kepada tim agar jika menang, tidak perlu terlalu berlebihan dalam kegembiraan, dan jika kalah, jangan bersedih. Kita harus menerima dengan lapang dada,” tegasnya.

Ia menegaskan bahwa ia akan tetap berkomitmen pada jalur Malang Jejeg. Program Songo Sing Anyar yang sempat ia kampanyekan tetap akan dilanjutkan, meskipun di luar kekuasaan.

Program Songo Sing Anyar terdiri dari:

  1. Kuliah Gratis
  2. Gampang Kerjoan
  3. Puskesmas Mental
  4. Males Macet, Wegah Banjir
  5. Dokter Mlebu Kampung
  6. Kota Pintar dan Lestari
  7. Curhat Langsung
  8. Usaha Lancar Jaya
  9. Jaring Sosial

“Kami akan terus bergerak dalam jalur perbaikan melalui Malang Jejeg. Program Songo Sing Anyar tetap akan dijalankan di luar jalur kekuasaan. Jaringan yang sudah ada akan kami manfaatkan untuk menciptakan kekuatan baru, baik di bidang ekonomi maupun sosial,” jelas Sam HC.

Menurutnya, perubahan tidak harus dilakukan melalui jalur kekuasaan. Ia tetap berkomitmen untuk mendorong perbaikan dengan semangat Malang Jejeg.

“Kami akan terus mendidik pelaku UMKM dan menggabungkan jaringan untuk menciptakan kekuatan baru. Demokrasi yang bersih harus terus diperjuangkan. Bagi saya, lebih penting memperjuangkan nilai-nilai daripada sekadar memenangkan kontestasi,” tukasnya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H