Kabupaten Malang– Puluhan santri senior dari 15 Desa di Kecamatan Turen Mendeklarasikan diri untuk mendukung Cabup dan Cawabup nomor urut 1, Sanusi-Lathifah. Deklarasi puluhan santri senior yang tergabung dalam Relawan Santri Salaf ini, digelar di Rumah Makan Hamur Pedas Turen pada Senin (11/11/2024) malam.
Anggota relawan ini merupakan mereka yang dulunya di pesantren salafi. Pesantren Salafiyah adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji kitab-kitab kuning (kitab kuno). Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional (klasik) yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran.
Inisiator Deklarasi Kyai Syafaat Muhammad menjelaskan, dukungan mereka bukan karena namanya sama dengan pasangan Calon Bupati Nomor urut 1 Sanusi-Lathifah Shohib (SALAF). Akan tetapi, mereka selama ini sudah bejuang bersama-sama dalam rangka berdakwah Islam Rahmatan Lilalamin.
“Kami mendukung pasangan Sanusi-Lathifah karena keduanya memiliki integritas, dan kesamaan dalam perjuangan, yang telah dilakukan oleh Abah Sanusi dengan kebijakannya yang berpihak Santri,” kata Syafaat ditemui setelah Deklarasi.
Syafaat menambahkan, bahwa kedekatan pasangan Sanusi-Lathifah dengan kalangan Nahdliyyin menjadi faktor penting dalam pilihan mereka. Terlebih pasangan Sanusi dan Lathifah Shohib tidak diragukan lagi ke Santriannya.
“Sebagai Santri, tentu kami mempunyai konsep mempertahakan yang lama dan mengambil yang baru, harapannya kolaborasi antara lama dan baru ini kedepan menjadi yang lebih baik,” ungkap Syafaat.
Sementara itu calon Bupati Malang Nomor urut 1 Sanusi dalam sambutanya menjelaskan, keberadaan Santri nantinya tidak hanya fokus tentang pendidikan agama, tetapi juga mendukung pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, penguatan karakter santri, dan kesejahteraan para pengajar.
“Santri memiliki peran besar dalam membentuk generasi yang berakhlak mulia dan memiliki daya saing. Kami (Sanusi-Lathifaf) bisa memberi perhatian lebih, baik dari sisi regulasi maupun dukungan anggaran, seperti yang saat ini sudah saya lakukan dengan memberi insentif Guru Ngaji” Pungkas Sanusi.




















