Kabupaten Malang – Calon Bupati Malang M Sanusi dan Gunawan HS berdebat seru soal kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Perdebatan terjadi saat paslon nomor urut 2 menanyakan PAD di Kabupaten Malang hanya 25 persen, sehingga dia menilai belum masuk pada kategori pemerintahan mandiri, karena PADnya kalah dengan sejumlah Kabupaten lainnya di Jawa Timur.
“PAD Kabupaten Malang hanya 25 persen. Apa yang dilakukan oleh paslon nomor urut 1 untuk mendongkrak PAD ?,” tanya Gunawan kepada Sanusi, saat debat publik kedua di Gedung DPRD Kabupaten Malang, Jumat (8/11/2024) malam.
Mendengar pertanyaan Gunawan, Sanusi menganggap Gunawan tidak pernah membaca data. Dia menjelaskan selama menjabat Bupati Malang sejak Tahun 2020, PAD Kabupaten Malang meningkat pesat. Jika tahun 2020 PAD hanya Rp500 miliar, saat ini sudah mencapai Rp1,35 triliun.
“Jadi kalau paslon nomor urut 2 mengatakan PAD kita tidak meningkat itu berarti paslon 2 tidak membaca data,”semprot Sanusi.
Namun, Sanusi tetap menjelaskan PAD di Kabupaten Malang meningkat, karena potensi pariwisata dan restaurant yang terus berkembang pesat, ditambah lagi banyaknya penginapan dan hotel di sejumlah wilayah di area lokasi wisata. Sanusi pun berkomitmen akan meningkatkan PAD yang lebih besar dari sekarang jika dia terpilih kembali menjadi Bupati Malang.
“Kita akan meningkatkan PAD dengan membangun banyak hotel. Jika sebelumnya di Kabupaten Malang belum punya hotel, sekarang penginapan dan restaurant berkembang di kawasan wisata. Bahkan, saya juga membangun 2 Hotel di Kepanjen, dan sekarang sedang proses pembangunan di Donowarih,” ujarnya.
Debat kedua paslon nomor urut 1 Sanusi-Lathifah (SaLaf) dan nomor urut 2 Gunawan-Umar (GUS) ini KPU Kabupaten Malang mengusung tema ‘Meningkatkan Pelayanan Kepada Masyarakat dan Menyelesaikan Persoalan Daerah.”Dalam debat ini masing-masing paslon memberikan gagasan dan penegasan materi yang berkualitas,” kata Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Fatah.




















