Malang – Puluhan Ribu peserta Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjalani tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di Gedung Islamic Center, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Sabtu (2/11/2024).
Koordinator tim seleksi Badan Kepegawaian Negara (BKN), Elyzabeth Kristifosa Purwoko mengatakan tes SKD itu berlangsung sejak 18 Oktober-9 November 2024.
“Pelaksanaannya membutuhkan waktu 23 hari dan dibagi hingga 83 sesi,” ungkapya, Sabtu (2/11/2024).
Tes SKD tahun itu diikuti 32.832 peserta dari berbagai daerah. Dalam tes itu, mereka mengisi kebutuhan pada Kementerian dan lembaga masing-masing.
“Yang di Kota Malang ini diikuti 32.832 peserta CPNS. Setiap harinya itu ada 4 sesi, masing-masing sesi diikuti 400 peserta CPNS. Jadi rata-rata setiap hari diikuti kurang lebih 1600 peserta CPNS yang mengikuti tes SKD ini,” terang Elyzabeth.
“Hampir seluruh Indonesia hampir seluruh instansi. Untuk pastinya saya tidak bisa menjelaskan secara detail ya. Tapi hampir seluruh kementerian maupun instansi daerah,” imbuhnya.
Elyzabeth menyebut penyelenggaraan tes SKD berlangsung aman dan lancer, tidak ada kendala yang serius.
“Sejauh ini sudah baik. Karena kami di sini sudah ke 4 kalinya melakukan tes di Islamic Center Malang ini. Lokasinya, alurnya nyaman bagi peserta dan panitia,” tukasnya.
Sementara itu, Plt Sekretaris BKPSDM Kota Malang, Hendru Martono mengatakan panitia pelakasanaan tes SKD itu langsung dari BKN. Sedangkan, dirinya hadir mewakili BKPSDM Kota Malang hanya sebagai personil tambahan, untuk membantu mendukung kegiatan agar tetap berjalan lancar.
“BKPSDM Kota Malang sebagai personil tambahan untuk membantu acara in,” katanya.
Sebagai informasi, SKD adalah tahapan ujian awal yang harus dilalui oleh peserta seleksi CPNS yang dilakukan untuk menilai kesesuaian antara kompetensi peserta dengan standar kompetensi dasar PNS. SKD sendiri terdiri dari tiga materi soal yaitu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP).
Pelamar CPNS di lingkungan Pemkot Malang mencapai 1.762 peserta. Mereka nantinya akan mengisi 50 formasi sesuai kebutuhan instansi masing-masing.




















