Kota Malang – Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono menggelar penyaluran Bantuan Sosial bagi Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) di UPT Rehabilitasi Sosial Bina Netra (RSBN) Malang pada Kamis (31/10/2024) pagi.

Dalam kegiatan itu, Adhy menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur untuk memberikan perlindungan, akses, dan pelatihan bagi penyandang disabilitas, terutama tuna netra, agar mereka dapat hidup mandiri dan produktif.

Adhy menjelaskan, saat ini Jawa Timur memiliki 29 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang fokus pada berbagai masalah sosial, termasuk RSBN Malang yang berperan dalam pembinaan masyarakat tuna netra.

“Tahun lalu, Pemprov Jatim telah memberikan berbagai peralatan Spa, alat bantu mobilitas seperti tongkat, dan peralatan olahraga untuk mendukung atlet disabilitas,” ungkapnya.

Pj Gubernur Jatim, Adhy Karyono menyerahkan sejumlah bantuan, termasuk Program Keluarga Harapan (PKH) Plus senilai Rp 94 juta untuk 188 lansia, serta Asistensi Sosial Penyandang Disabilitas (ASPD) sebesar Rp 85,5 juta bagi 95 penerima manfaat. Tak ketinggalan, bantuan permakanan untuk Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Anak senilai Rp 24,4 juta dan bantuan bagi Wanita Rentan Sosial Ekonomi (WRSE) sebesar Rp 180 juta juga disalurkan.

Selain itu, pihaknya juga memberikan bantuan kepada Kelompok Usaha Bersama (Kube) masing-masing sebesar Rp 3 juta dan kemandirian bagi 10 klien UPT RSBN Malang yang masing-masing menerima Rp 5 juta. Program zakat produktif dari BUMD Jatim juga disalurkan kepada 25 orang, dengan nominal masing-masing Rp500 ribu.

Dalam sambutannya, Adhy Karyono menekankan pentingnya kontribusi dari dunia usaha melalui Corporate Social Responsibility (CSR) untuk meningkatkan kesejahteraan PPKS.

“Kami mengajak dunia usaha untuk peduli dalam menyejahterakan masyarakat Jawa Timur,” ujarnya.

Tak hanya fokus pada bantuan, Adhy juga memberikan insentif kepada pilar-pilar sosial, seperti Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) dan Taruna Siaga Bencana (Tagana), sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi mereka dalam pembangunan sosial.

Setelah penyaluran bantuan, Pj Gubernur mengunjungi klien di UPT RSBN Malang dan memberikan apresiasi terhadap keberadaan panti tersebut. Ia menegaskan pentingnya perlindungan dan dukungan bagi warga tuna netra agar dapat hidup mandiri.

“UPT netra ini adalah tempat pembinaan yang harus memberikan akses dan kemampuan bagi mereka,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen, Adhy Karyono juga mendonasikan dana untuk peralatan dan perlengkapan mobilitas di UPT RSBN Malang.

“Kami ingin apa yang diberikan ini bisa bermanfaat dan berkah,” tutupnya.

Sebagai informasi, UPT RSBN Malang adalah panti rehabilitasi sosial khusus penyandang disabilitas netra dengan kapasitas 105 klien. Dalam program rehabilitasi selama dua tahun, klien mendapatkan pelatihan keterampilan, termasuk pijat, kerajinan tangan, dan pembuatan aromaterapi, serta belajar baca tulis huruf Braille.

Beberapa program unggulan juga dijalankan, seperti Jasa Layanan Netra Mobile Unit (JANETA MU), Belajar Orientasi Mobilitas bagi Masyarakat dan Komunitas (BOMBASTIS), dan program Siap Jangkau dan Edukasi Disabilitas di Masyarakat dan Komunitas (SI JELITA MANIS).

Dengan berbagai bantuan dan program ini, diharapkan dapat memberikan harapan baru bagi PPKS di Jawa Timur, khususnya di Kota Malang.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H