Kota Malang – Suasana hiruk pikuk pasar Oro-oro Dowo Kota Malang seketika terhenti. Puluhan siswa dengan memakai busana adat dan membawa bendera merah putih, berdiri tegak bersama pedagang pasar. Dengan lantang mereka pun mengucapkan ikrar persatuan yang diucapkan 96 tahun lalu secara bersama-sama.
“KAMI PUTERA DAN PUTRI INDONESIA, MENGAKU BERTUMPAH DARAH YANG SATU, TANAH INDONESIA”
“KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENGAKU BERBANGSA YANG SATU,
BANGSA INDONESIA”
“KAMI PUTRA DAN PUTRI INDONESIA,
MENJUNJUNG BAHASA PERSATUAN,
BAHASA INDONESIA”
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari peringatan hari sumpah pemuda yang digelar siswa MAN 1 Kota Malang di pasar Oro-oro Dowo pada akhir pekan lalu (25/10/24).
Kepala Sekolah MAN 1 Kota Malang, Sutirjo, menjelaskan bahwa ide untuk melakukan Ikrar Sumpah Pemuda di pasar ini datang dari siswa beberapa hari sebelumnya.
“Kami ingin menciptakan momen yang lebih berkesan dan relevan dengan perjuangan bangsa,” ujarnya.
Sutirjo menambahkan bahwa sinergi dengan pedagang pasar adalah langkah positif yang dapat meningkatkan kepedulian siswa terhadap masyarakat.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pembacaan ikrar. Siswa juga terlibat aktif dalam membersihkan toilet dan mushola pasar, serta membantu pedagang dalam berjualan di beberapa lapak, seperti kedai kopi dan warung nasi bakar.
“Ini adalah wujud nyata pengabdian mereka dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda,” jelas Sutirjo.
Iwan, salah seorang pedagang di Pasar Oro-oro Dowo, menyambut baik inisiatif ini.
“Kami sangat antusias dan terbuka untuk kegiatan kolaborasi seperti ini. Ini juga dapat menjadi promosi pasar melalui cerita dan postingan mereka di media sosial,” ungkap Iwan.
Dengan kegiatan ini, generasi muda diharapkan dapat lebih peka terhadap kondisi masyarakat dan berkontribusi secara nyata.
Peringatan Hari Sumpah Pemuda kali ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga menjadi sarana untuk menguatkan rasa kebersamaan dan tanggung jawab sosial di kalangan pelajar.




















