Kabupaten Malang – Dalam pelaksanaan debat publik pertama Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang, Jumat (25/10/2024) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Malang, calon Bupati Malang nomor urut 1, HM Sanusi memaparkan peningkatan pendidikan berkarakter, penanaman etika dan moral penting untuk menekan angka kekerasan seksual bagi anak.
“Salah satu variabelnya, nanti kami akan mengintervensi sekolah agar siswa diwajibkan bisa membaca kitab suci masing-masing sesuai agama yang dianutnya,” ujarnya.
Hal itu, menurut Sanusi sudah dilakukan selama ia menjabat sebagai Bupati Malang periode 2020-2024. Pihaknya membentuk model Sekolah Moderasi kepada masing-masing dari SD hingga SMP.
Dengan demikian Sumber Daya Manusia (SDM) yang dihasilkan dari pendidikan tersebut bisa mengendalikan tindakan amoral.
“Dengan penguatan pendidikan yang berkarakter, maka saat lulus sekolah anak tidak menjadi urakan atau memiliki tingkah laku yang sopan,” papar Sanusi
Sementara itu, menanggapi klaim calon Bupati Malang nomor urut 2, Gunawan HS yang menyebut hanya satu dari 13 Sekolah Luar Biasa (SLB) yang mendapat izin, Sanusi meluruskan bahwa dari 13 lambaga SLB bukan tidak ada izinnya melainkan 1 SLB Negeri dan 12 SLB swasta.
“Semua SLB sudah memiliki izin karena kalau tidak memiliki izin maka tidak akan keluar NPSN, yang berfungsi sebagai pedoman pengenal yang telah ditetapkan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan (PDSP) NPSN adalah Nomor Pokok Sekolah Nasional,” kata Sanusi.




















