Kabupaten Malang – Betempat di Gedung DPR D Kabupaten Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang menggelar debat publik perdana Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Malang Tahun 2024 pada Jumat (25/10/2024)malam. Debat publik ini diikuti dua paslon bupati dan wakil Bupati Malang.

Paslon nomor urut 1 HM Sanusi – Hj Lathifaf Shohib dan paslon nomor urut 2 H. Guanawan HS – H Umar Usman.

Dalam debat kedua Paslon tersebut akan beradu gagasan dalam tema “Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat dan Memajukan Daerah”

Dalam sambutannya Ketua KPU Kabupaten Malang Abdul Fatah, mengatakan debat publik merupakan bagian dari tahapan Pilkada serentak 2024. Dengan harapan debat ini bisa menjadi ruang bagi paslon untuk menyapaikan visi misi kepada masyarakat sesuai amanah PKPU No. 13 Tahun 2024.

Fatah menambahkan, masyarakat Kabupaten Malang bisa mengikuti debat publik ini melalui live streaming KPU Kabupaten Malang. Debat diharapkan menjadi bahan pertimbangan untuk masyarakat dalam menentukan pilihan.

“Kepada para Paslon saya menghimbau agar dapat memamfaatkan debat ini dengan sebaik-baiknya, untuk menyampaikan visimisinya, karena salah satu sarana kampanye” kata Fatah

Sementara itu Calon Bupati nomor urut 1, HM Sanusi, menyampaikan visi misi, Malang Makmur yang bekelanjutan, disamping mengandalkan capaian nyata sebagai bukti salah satunya dibidang pertanian.

“untuk meningkatkan pendapatan masyarakat terutama di bidang pertanian, saat ini harga tebu mencapai Rp 1.30.000 tahun hanya Rp 60.000, saya juga memiliki program petani melenial,”ujar Sanusi

Sementara itu Calon Bupati nomor urut 2 menyampaikan visi misi Malang Gemilang “Kabupaten Malang yang berdaya saing, mandiri sejahtera dan berkelanjutan”

“Ijin kami untuk memperbaiki utamanya terkait pendidikan kami ingin anak-anak menjadi pinter namun, anak putus sekolah di Kabupaten Malang tertinggi nomor 2 di Jawa timur,”ungkap Gunawan

Debat kandidat Calon Bupati dan Wakil Bupati Malang ini, belangsung aman sebagaimana yang disampaikan oleh Sanusi di ujung acara saat ditanya terkait momen berpelukan.

“Iya kami tadi berpelukan karena kami memang sahabat, yang kami bicarakan saat itu persaudaran akan kami jaga selamanya,” tutup Sanusi

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H