Kabupaten Malang – Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, menghimbau kepada masyarakat agar mewaspadai penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) selama musim pancaroba. Dinkes menyebut, penyebab ISPA karena suhu atau cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Malang berpotensi mengganggu daya tahan tubuh serta memicu timbulnya penyakit.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan, Kabupaten Malang, Tri Awignami msngatakan beberapa penyakit yang mengancam saat pancaroba yakni flu, demam berdarah, diare dan juga ISPA.

“ISPA disebabkan oleh virus tetapi dapat juga disebabkan oleh bakteri. Biasanya menyerang hidung dan tenggorokan,” jelasnya.

Sejak Januari hingga September 2024, Dinkes Kabupaten Malang mencatat, ada 603 kasus ISPA.
Peningkatan kasus terjadi mulai bulan Mei, yakni ada sebanyak 59 kasus Ispa.

Kemudian, peningkatan cukup drastis terjadi pada bulan Juni, yakni sebanyak 116 kasus.“Puncaknya pada bulan Juli, sebanyak 197 kasus,” bebernya.

Menurut Awig, jika dibandingkan pada tahun 2023 dengan periode yang sama yakni Januari hingga September kasus ISPA mencapai 840 kasus. Justru pada 2024 ini kasus ISPA di Kabupaten Malang menurun.

“Kasus tertinggi pada September yakni 122 kasus. Berbeda dengan 2024, di bulan Juni 2023 justru menurun. Dari 90 kasus di bulan Mei, menjadi 68 kasus di bulan Juni,” ungkapnya.

Awig menambahkan selama musim pancaroba seperti saat ini, ia menghimbau agar masyarakat mengkonsumsi vitamin. Selain untuk meningkatkan daya tahan tubuh, juga agar terhindar dari virus dan penyakit.

“Masyarakat bisa mengkosumsi makanan sehat dan gizi seimbang, menjaga pola hidup, rajin mencuci tangan dan menggunakan masker bila ada paparan debu atau dekat dengan orang bergejala Ispa.Pastikan untuk menggunakan masker dengan baik dan benar serta mengganti masker secara rutin bila sudah lembab atau basah,” pungkasnya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H