Kabupaten Malang – Popularitas Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malang nomor urut 1, Sanusi-Latifah unggul di semua segmen masyarakat Kabupaten Malang.
Hal itu berdasarkan hasil survei SeMART POLITICA yang dirilis pada Rabu (9/10/2024).
Dalam survei yang dilakukan di 33 Kecamatan periode 28 September – 4 Oktober 2024, dengan metode multistage random sampling kepada 440 responden dan margin of error kurang lebih 4,8 persen, hasilnya elektabilitas Sanusi-Lathifah unggul di semua bidang pekerjaan dibanding Paslon nomor urut 2, Gunawan HS-dr Umar Usman.
“Kami melakukan survei di seluruh segmen yang mewakili warga Kabupaten Malang. Segmen tersebut yakni Petani, Pedagang, Karyawan Swasta, Wirausaha, Ibu Rumah Tangga dan PNS,” jelas Dito Arief, Founder SeMART POLITICA, Jumat (11/10/24).
Di kalangan pedagang, elektabilitas Sanusi-Lathifah mencapai 70 persen dan Paslon Gus 17,8 persen. Di kalangan petani dan pegawai swasta, elektabilitas paslon Salaf mencapai 53,8 persen dan 60,7 persen sedangkan Paslon Gus 23,1 persen dan 32,1 persen.
Elektabilitas paling tinggi ada di kalangan ibu rumah tangga dan pelajar atau mahasiswa. Paslon Salaf memiliki elektabilitas 76,7 persen dan 80 persen.
“Di semua bidang pekerjaan, elektabilitas paslon Salaf selalu diatas 50 persen,” ungkap Dito.
Isu lokal yang mempengaruhi warga untuk memilih Calon Bupati Malang yakni infrastruktur dan kasus dugaan korupsi. Di bidang infrastruktur, 72 perasen warga menilai infrastruktur Kabupaten Malang baik, sementara 3,6 persen lainnya menyatakan sangat baik.
Sementara itu, kasus korupsi menjadi salah satu pertimbangan utama warga dalam memilih Calon Bupati Malang.
“Kami juga menanyakan bagaimana warga menilai jika salah satu Calon Bupati Malang terlibat kasus dugaan korupsi Jasmas DPRD Provinsi Jawa Timur,” ungkap Dito.
Dari hasil survei, 64,1 persen warga Kabupaten Malang menyatakan Calon Bupati tidak layak sama sekali untuk dipilih, sementara 24,8 persen lainnya menyatakan kurang layak.
“Namun jumlah cukup besar terlihat dari masyarakat yang tidak mengetahui kasus dugaan korupsi Jasmas, jumlahnya 87 persen,” tambah Dito.
Seperti diketahui, Gunawan HS yang kini maju sebagai calon Bupati Malang bersama dr Umar Usman, merupakan mantan anggota DPRD Propinsi Jawa Timur periode 2019-2023.
Dalam kasus yang menyandera dirinya tersebut, KPK menetapkan 21 tersangka, salah satunya mantan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sahat Tua Simanjuntak yang telah dinyatakan bersalah dan divonis sembilan tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, karena terbukti menerima suap dana hibah Pemerintah Provinai Jawa Timur senilai Rp 39,5 miliar.
Secara umum, elektabilitas Paslon Sanusi-Lathifah mencapai 67 persen, sementara paslon nomor urut 2 hanya mencapai 16,8 persen. Sementara pemilih militan Paslon Salaf mencapai 50,7 persen, sedangkan Paslon Gus hanya 12,5 persen.
“Pemilih militan ini tak dapat diubah karena mereka loyalis Sanusi-Lathifah, dengan angka 50,7 persen dan waktu pencoblosan kurang 1,5 bulan sulit untuk dikejar,” tutup Dito.




















