Kabupaten Malang – Kentut sebenarnya hal yang normal dialami oleh tubuh. Tapi banyak yang menganggapnya tidak sopan jika kentut di depan orang lain, khawatir bunyi dan baunya akan mengganggu.

Alhasil, menahan kentut menjadi solusi. Sesekali mungkin tak masalah, tapi sebenarnya apa sih yang terjadi pada tubuh saat menahan kentut terutama bagi ibu hamil?

Ketika seorang wanita hamil, tubuhnya mengalami banyak perubahan hormonal dan fisik yang dapat memengaruhi berbagai aspek kesehatannya. Selama kehamilan, ada lebih banyak hormon progesteron dalam tubuh. Progesteron ekstra adalah alasan utama mengapa ibu hamil mungkin mengalami lebih banyak gas dan kembung.

Berikut bahaya yang mungkin timbul akibat kebiasaan tersebut.

1. Perut Kembung dan Ketidaknyamanan
Menahan kentut saat hamil dapat menyebabkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan. Rasa penuh dan terdistensi di perut dapat membuat ibu hamil merasa tidak nyaman dan mempengaruhi kualitas hidup sehari-hari. Pada gilirannya dapat menyebabkan perut kembung dan ketidaknyamanan yang berkepanjangan.

2. Gangguan Pencernaan
Menahan kentut juga dapat mengganggu proses pencernaan secara keseluruhan. Gas yang terjebak di dalam saluran pencernaan dapat memperlambat laju pencernaan makanan. Ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan seperti sembelit, perut kembung, dan mual. Kondisi ini dapat mempengaruhi penyerapan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi.

3. Peningkatan Tekanan di Panggul
Saat menahan kentut, tekanan di dalam panggul juga meningkat. Ini dapat menyebabkan ketegangan pada otot-otot panggul dan bahkan memicu rasa sakit atau ketidaknyamanan di daerah tersebut. Peningkatan tekanan ini juga dapat memengaruhi sirkulasi darah ke area panggul, yang penting untuk kesehatan ibu dan perkembangan janin.

4. Tekanan pada Organ dalam
Ketika menahan kentut, tekanan di dalam perut meningkat. Hal ini dapat menimbulkan tekanan tambahan pada organ dalam seperti usus, lambung, dan kandung kemih. Pada ibu hamil, yang sudah mengalami perubahan posisi dan tekanan di dalam rahim, peningkatan tekanan ini dapat menyebabkan ketidaknyamanan lebih lanjut dan bahkan memperburuk kondisi seperti refluks asam

5. Risiko Infeksi Saluran Kemih
Menahan kentut juga dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih pada ibu hamil.
Ketika kentut ditahan, tekanan pada kandung kemih juga meningkat. Hal ini dapat mengganggu aliran urine dan menciptakan lingkungan yang lebih menyenangkan bagi bakteri untuk berkembang biak. Infeksi saluran kemih pada ibu hamil dapat memiliki konsekuensi serius dan perlu ditangani dengan segera.

Penting untuk dicatat bahwa kebanyakan ibu hamil merasa tidak nyaman atau malu saat mengeluarkan kentut di hadapan orang lain. Namun, penting untuk memahami bahwa kentut adalah proses alami tubuh dan menahan kentut dapat memberikan risiko kesehatan yang lebih besar daripada rasa malu sementara.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H