Kabupaten Malang – Hari ini, Selasa (1/10/2024) tepat dua tahun Tragedi Kanjuruhan yang terjadi pada 1 Oktober 2022 lalu, peristiwa memilukan sekaligus memori kelam sepakbola Indonesia.

Sebuah kerusuhan pecah usai laga derby Jawa Timur mempertemukan Arema FC dengan Persebaya Surabaya dalam lanjutan pertandingan Liga 1 digelar 1 Oktober 2022 lalu.

Peristiwa itu pun menimbulkan eskalasi  di wilayah Malang, sehingga berbagai pihak dituntut untuk melakukan berbagai transformasi untuk memulihkan kondisi, memberikan rasa aman dan perlindungan terhadap seluruh warga Malang. Khususnya, pendampingan terhadap keluarga korban Kanjuruhan sebagai bentuk tanggung jawab kemanusiaan atas hilangnya nyawa dalam tragedi itu.

Upaya itu, salah satunya dilakukan oleh pihak Polres Malang. Mereka tidak segan meminta permohonan maaf kepada keluarga korban pasca pecahnya peristiwa tersebut. Polres Malang juga berupaya melakukan pendekatan secara persuasif secara kekeluargaan, hingga akhirnya diterima keluarga korban.

Transformasi Polres Malang Pasca Tragedi Kanjuruhan

Salah satu transformasi Polres Malang pasca Tragedi Kanjuruhan di antaranya, mereka membuka ruang komunikasi bagi keluarga korban Kanjuruhan pasca tragedi. Upaya ini, untuk mengetahui dan memahami segala persoalan yang dihadapi oleh pihak keluarga.

Berbagai kebutuhan yang diperlukan oleh keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, meliputi pekerjaan, pengurusan administrasi, pendidikan, dan dukungan usaha, akan difasilitasi sebisa mungkin oleh Polres Malang.

Selain itu, dukungan permodalan untuk pengembangan usaha serta bantuan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hampir setiap pekan diberikan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Bantuan itu telah disalurkan oleh Polres Malang sejak 2023 lalu dan terus berlanjut hingga saat ini.

Harapannya bantuan itu dapat memberikan dampak positif dalam meringankan beban ekonomi keluarga korban dan membantu mereka mandiri melalui UMKM.

Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana mengatakan bahwa Polres Malang akan terus berkomitmen untuk memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi keluarga terdampak sebagai upaya pemulihan kehidupan sosial pasca-tragedi.

“Sentuhan-sentuhan sosial wujud redistribusi nilai sosial ini kami lakukan terus, selama masih ada kebutuhan, ada permintaan kami bisa fasilitasi, kami bantu. Sampai saat ini kami masih berusaha dan tidak akan putus sampai kapanpun untuk keluarga korban Kanjuruhan,” ungkapnya dalam kesempatan pemberian bantuan permodalan kepada keluarga korban Tragedi Kanjuruhan, Rabu (7/2/2024) lalu.

Menurut Kholis, Polres Malang tidak akan berhenti selama korban Tragedi Kanjuruhan membutuhkan pendampingan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya kepolisian untuk membantu pemulihan ekonomi keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Pihaknya akan terus memberikan pendampingan memberikan dukungan kepada keluarga keluarga korban secara kontinyu dari segala aspek.

“Prinsipnya selama masih ada yang kami bantu, setiap bulan kami komunikasi, setiap saat kami komunikasi. Kemarin bukan hanya dukungan UMKM seperti saat ini, dan permodalan. Tetapi juga ada korban kecelakaan lalu lintas kami respons secara khusus,” tegasnya.

Siti Sofiyah, salah satu ibu korban Tragedi Kanjuruhan mengaku terharu melihat perhatian Polres Malang dalam membantu keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Dirinya dulu bekerja di sebuah laundry, mulai hari ini bisa membangun usaha sendiri.

“Saya sangat berterima kasih, kepada Bapak Kapolres. Sebelumnya, saya kerja laundry saat ini bisa saya jualan dan online. Jualan minuman jus dan makanan,” ucap Siti Sofiyah sambil meneteskan air mata.
Selain Siti Sofiyah Yudi, keluarga dari almarhum Gabrielle Frenindra, juga mendapatkan bantuan berupa rak barang untuk mendukung usahanya. Kemudian Aji Suryadi, keluarga dari almarhum Akbar Raihan Firdaus, menerima bantuan berupa mesin cuci.

Lalu, Zukhrufa Nur Ahyaini dari Jember menerima mesin jahit obras, dan Noer, keluarga korban dari Kota Malang, mendapatkan alat bantu pemeriksaan kacamata.

Selain bantuan berupa peralatan usaha, setiap penerima juga diberikan uang tunai sebagai modal tambahan untuk membantu pengembangan usaha mereka.

Arema FC dan Presidium Aremania Salurkan Santunan kepada 135 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Selain Polres Malang, managemen Arema FC bersama Presidium Aremania Utas juga menyalurkan santunan kepada 135 keluarga korban Tragedi Kanjuruhan.

Selama dua minggu, mulai tanggal 8 hingga 22 Agustus 2024, tim gabungan telah mengunjungi langsung kediaman keluarga korban baik di wilayah Malang Raya maupun beberapa keluarga korban di luar Malang.

Santunan yang disalurkan berasal dari hadiah kemenangan Arema FC menjuarai Piala Presiden 2024.

General Manager Arema FC Yusrinal Fitriandi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh keluarga korban yang telah memberikan doa dan dukungan kepada Arema FC.

“Kami sangat berterima kasih atas kesabaran dan pengertian dari keluarga korban. Kami menyadari bahwa tidak ada yang bisa mengganti nyawa yang telah hilang, namun kami berharap santunan ini dapat sedikit meringankan beban keluarga,” kata Yusrinal.

Arema FC turut mengajak seluruh pihak untuk menjadikan momen ini sebagai momentum untuk memperbaiki sepak bola Indonesia.

“Tragedi Kanjuruhan menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Mari kita bersama-sama menjaga keselamatan dan keamanan dalam setiap pertandingan sepak bola,” imbuhnya.

Proses penyaluran santunan tidak hanya sekedar memberikan bantuan materi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi antara manajemen Arema FC, Presidium Aremania, dan keluarga korban.

“Kami ingin membangun hubungan yang harmonis layaknya sebuah keluarga besar Kami berharap silaturahmi ini dapat terus terjalin,” tambah Yusrinal.

Pemerintah Renovasi Stadion Kanjuruhan Pasca Tragedi

Tragedi Kanjuruhan mengundang atensi pemerintah dalam memperbaiki sistem pengelolaan dan infrastuktur stadion. Presiden Joko Widodo datang langsung pasca tragedi, meminta ada perombakan struktur bangunan stadion Kanjuruhan.

Renovasi stadion Kanjuruhan akhirnya dilakukan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 331 miliar. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menunjuk PT Waskita Karya menjadi eksekutor pelaksana proyek renovasi sesuai standar FIFA.

Wajah baru Kanjuruhan benar-benar mengedepankan kenyamanan dan keamanan penonton. Sehingga kapasitas stadion turun hanya menjadi 21.700 tempat duduk saja.

Project Manager PT Waskita Karya Vino Teguh Pramudia menyatakan, renovasi stadion Kanjuruhan akan rampung pada 26 Desember 2024 mendatang.

Vino mengaku saat ini progres renovasi stadion pasca Tragedi Kanjuruhan telah berjalan 85 persen.

“Secara keseluruhan sudah 85 persen pengerjaan. Tinggal 15 persen lagi yang akan kita rampungkan,” kata Vino.

Vino menjelaskan, transformasi besar-besaran telah dilakukan dalam proses renovasi stadion, dimana meliputi penguatan struktur bangunan untuk menjamin keamanan dan kenyamanan penonton.

Dengan melakukan perkuatan dan perombakan untuk akses keluar masuk penonton dan termasuk kemudahan dalam proses evakuasi.

“Memang kalau kita bilang, saat ini kami membangun new face Kanjuruhan, jadi kita merenofasi. Sebenarnya merenofasi yang terjadi di stadion Kanjuruhan ini sangat massif, bahkan lebih rumit dibanding membangun baru,” jelasnya.

“Karena kita membangun legecy, dan juga mempertahanan struktur yang lama dan menambah kekuatan atau memberikan aspek-aspek kenyamanan penonton terkait evakuasi dan jalur keluar masuk. Tangga yang lama kami bongkar, kami buat yang baru dengan tangga yang lebih aman,” sambungnya.

Menurut Vino, progres 15 persen penyelesaian renovasi Kanjuruhan adalah pemasangan atap tribun bagian barat beserta penutupnya. ‘Kemudian juga sisa sisa kecil finishing yang belum kami laksanakan. Ya tinggal sedikit sedikit saja,” tegasnya.

Vino menambahkan, dengan konsep single seat akan menjadikan kapasitas stadion Kanjuruhan berkurang dari sebelumnya. Saat inu kapasitas wajah baru Kanjuruhan hanya 21.700 tempat duduk.

“Dengan adanya single site ini pendisiplinan penonton ini juga menyesuaikan dengan kekuatan struktural yang kami laksanakan perkuatan. Jadi kapasitas di sini kurang lebih 21.700 untuk total penonton baik VIP maupun umum,” bebernya.

PT Waskita Karya menyiapkan Gate 13 sebagai lokasi musuem dan monumen Tragedi Kanjuruhan, sesuai permintaan dan kesepakatan Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, keluarga korban, dan Pemkab Malang selaku user.

“Karena memang keputusan yang diambil waktu kemarin kita pembahasan pintu atau Gate 13 diserahkan kepada yayasan, keluarga korban dan Pemkab Malang sebagai user untuk digunakan sebagai museum dan monumen,” kata Vino.

“Dari kami selaku penyedia jasa, kami memberikan tata ruang fungsi yang aman untuk digunakan dengan pelaksanaan penguatan struktur di titik-titik area yang sudah disepakati,” sambungnya.

Vino mengungkapkan, pihaknya akan tetap menjaga originalitas Gate 13. Progres pengerjaan untuk penguatan struktur bangunan yang dilakukan di pintu 13 sudah mencapai 70 persen.

“Progres penguatan struktur di pintu 13 sudah mencapai tujuh puluh persen.User kami ini kan Pemkab Malang, jadi kita serahkan Pemkab. Dari Pemkab nanti yang berhubungan dengan yayasan keluarga Kanjuruhan. Jadi keputusannya untuk pengelolaan pintu 13 dari Pemkab Malang dan yayasan keluarga korban tragedi Kanjuruhan,” ucapnya.

Vino mengaku, pihaknya telah menyiapkan desain monumen Tragedi Kanjuruhan, dimana nantinya akan disodorkan kepada Yayasan Keadilan Tragedi Kanjuruhan, keluarga korban dan Pemkab Malang untuk mendapatkan persetujuan terlebih dahulu.

“Kami sudah siapkan desain monumen, tapi belum fix dikerjakan. Karena akan kami sampaikan dahulu kepada yayasan, keluarga korban dan Pemkab Malang selaku user,” pungkasnya.

Liputan dilakukan oleh Tim Redaksi tagarjatim.com

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H