Kabupaten Malang – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengungkapkan wilayah Kabupaten Malang merupakan daerah yang tercatat sebagai daerah rawan pelanggaran Pilkada 2024. Dalam kontestasi Pilkada 2024, Bawaslu menyebut daerah paling rawan pelanggaran yakni Kecamatan Gondanglegi.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat, Bawaslu Kabupaten Malang, Muhammad Hazairin menyebut, catatan pemetaan kerawanan di Kabupaten Malang ini dikeluarkan oleh Bawaslu RI.
“Berdasarkan pemetaan Bawaslu RI, ada 48 kabupaten/kota yang tingkat kerawanannya nomor 1 dan paling tinggi dan menjadi perhatian yakni di Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang,” ungkap Hazairin, Jumat (27/9/2024)

Hazairin menjelaskan mengacu Pemilu Pilpres 2024 lalu, pihaknya mencatat kerawanan yang paling banyak terjadi yakni kerawanan sosial politik, pencalonan, masa kampanye hingga pada proses pungut hitung suara di TPS, politik uang dan intimidasi.

“Saat itu kami juga menerima laporan politik uang, terus kejadian-kejadian lain juga ada, intimidasi juga ada,” bebernya.

Potensi kerawanan lain yang menjadi fokus pengawasan Bawaslu yakni pergerakan Aparatur Sipil Negara (ASN) selama kampanye Pilkada 2024. Karena salah satu calonnya yakni incumbent, otomatis kerawanan ASN masih banyak.

“Itu menjadi salah satu fokus pengawasan kami,”ujarnya.

Terlebih, kali ini dua kandidat yang maju Pilbup Malang keduanya dari kecamatan Gondanglegi. Sehingga, kerawanan tersebut dimungkinkan kembali terjadi pada Pilbup Malang 2024.

“Setiap pemilu di Gondanglegi selalu ada kejadian. Jadi
Bawaslu akan memberikan perhatian khusus di kecamatan Gondanglegi,” pungkas Hazairin.

Bahkan, TNI/polri pun juga memetakan bahwa Kecamatan Gondanglegi menjadi wilayah dalam kerawanan Pilkada 2024, dan menjadi atensi pengawasan aparat negara selama tahapan Pilbup Malang berlangsung.

Selain Kabupaten Malang, ada 6 kota/kabupaten lain yang masuk dalam kategori rawan di Jawa Timur, diantaranya yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Malang, Kabupaten Blitar.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H