Kota Malang – Program Studi Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Jawa Timur, menggandeng Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) dalam bidang pendidikan mahasiswa dan kewirausahaan. UMM dan APERSI menggugah kesadaran para mahasiswa akan pentingnya kewirausahaan di tengah tantangan industri perumahan nasional.
Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah mengatakan
bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dalam menjembatani dunia akademis dan industri. Maka melalui kerja sama ini, APERSI berkomitmen untuk mendukung pendidikan di UMM melalui berbagai program pelatihan, magang, dan penempatan kerja di sektor properti.
“Kami ingin memastikan bahwa lulusan UMM dapat langsung terjun ke industri dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan pasar,” kata Junaidi di UMM, Kota Malang, Jum’at ( 27/9/2024).
Junaidi menjelaskan APERSI sebagai organisasi pengembang rumah sederhana berkomitmen untuk mendukung program perumahan pemerintah. Untuk itu, pihaknya memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk turut mengambil bagian dalam program pemerintah ini dengan membawa semangat kewirausahaan dan inovasi.
“Kemampuan wirausaha sangat dibutuhkan, bukan hanya bagi mereka yang kuliah di bidang ekonomi, tapi juga untuk jurusan lain,” kata Junaidi Abdillah.
Kepala Program Studi Teknik Sipil, Sulianto, mengatakan, kerjasama ini untuk menggugah kesadaran para mahasiswa akan pentingnya kewirausahaan. Utamanya di sektor properti yang saat ini tengah berkembang pesat di Indonesia.
Ia juga menekankan pentingnya semangat kewirausahaan bagi mahasiswa Teknik Sipil di tengah tantangan industri perumahan nasional.
“Sektor properti, khususnya perumahan, merupakan salah satu bidang yang terus berkembang. Mahasiswa perlu memanfaatkan peluang ini dengan kemampuan yang mereka miliki, termasuk dalam hal pemetaan, pengendalian, dan pengelolaan sumber daya,” ujarnya.
Sejalan dengan itu, Dekan Fakultas Teknik UMM, Prof. Ilyas Massaudin menambahkan bahwa UMM memiliki peran strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang kompeten di bidang properti. Namun tantangan sektor properti saat ini adalah keterbatasan rumah layak huni atau yang biasa disebut backlog.
Menurut Ilyas, kerja sama dengan APERSI ini diharapkan mampu menjadi solusi untuk mengejar ketertinggalan. Kolaborasi antara akademisi dan industri, Teknik Sipil UMM diharapkan bisa menciptakan sinergi yang mampu meningkatkan keterampilan mahasiswa dan membuka lebih banyak kesempatan kerja di masa depan
“UMM telah mengembangkan program unggulan Center of Excellence (CoE) yang memberikan pembekalan kepada mahasiswa selama dua bulan. Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga praktik di lapangan,” pungkasnya.




















