Malang – Secara keilmuan, tanaman menjadi salah satu bagian penting dalam memproduksi oksigen. Kualitas oksigen yang anda hirup untuk tetap bertahan hidup, sangat tergantung dengan seberapa banyak produsen oksigen ini ada disekitar anda.
Ekosistem perkotaan yang sarat dengan aktifitas salah satunya, berdampak menghasilkan polutan tinggi. Hal itu membuat kualitas udara yang kita hirup semakin mengalami penurunan kualitas, baik di luar rumah maupun di dalam rumah.
Beberapa tips untuk anda agar bisa menjaga kualitas udara dilingkungan rumah, salah satu cara alaminya adalah, dengan menanam sejumlah tanaman penghasil oksigen yang mudah dirawat sekaligus mampu menjadi pemanis dekorasi sudut rumah anda.
Menempatkan tanaman dengan wadah yang menarik, seperti gerabah atau pot tanaman lucu tematik, juga berdampak dengan Kesehatan mental. Sehingga, asupan oksigen menjadi berkualitas.
Beberapa tanaman yang cocok menghiasi rumah anda antara lain :
1. Kuping Gajah
Nama tanaman ini pasti tak asing ditelingga anda. Kuping Gajah atau Anthurium Andreanum Linden, adalah tanaman yang banyak ditemukan di daerah hutan hujan tropis. Bentuknya yang unik seperti telinga gajah, menjadi daya tarik tersendiri bagi tanaman rumah satu ini. Tak heran, banyak yang menjadikan tanaman hias ini menjadi salah satu dekorasi rumah yang memberi kesan nyaman dan menenangkan.
Kuping Gajah merupakan jenis tanaman yang bagus dalam menghasilkan oksigen. Dengan bentuk yang unik dan memiliki karakter khusus, membuat daun tanaman ini enak dipandang.
Perawatannya pun terbilang sangatlah mudah. Dengan menyirami setiap hari, serta sesekali memberikan pupuk kompos. Lalu menaruhnya ditempat teduh, anda pun bisa meletakkan tanaman ini di dalam ruangan.
2. Peace Lily :
Salah satu tanaman ini penghasil oksigen yang berasal dari hutan hujan tropis. Bentuknya yang cantik, pasti akan menjadi tanaman rumah yang cocok sebagai penambah manisnya dekorasi rumah. Peace Lily juga dapat menetralkan gas beracun seperti karbon monoksida dan formaldehida, gas tersebut akan diserap sehingga udara di dalam rumah tetap terjaga kebersihannya.
Tanaman yang menghasilkan oksigen berkualitas bagus ini, dapat membantu kamu yang memiliki permasalahan tidur. Udara yang tersaring oleh tanaman rumah ini dapat membuatmu bernafas dengan lebih baik dan membuat kamarmu terasa lebih nyaman. Kamu pun dapat tidur dengan pulas.
3. Anggrek :
Tanaman ini secara aktif menggunakan karbon dioksida untuk menghasilkan oksigen dan glukosa selama fotosintesis. Tanaman ini mampu meningkatkan persentase oksigen di udara. Menurut artikel yang diterbitkan oleh University of Connecticut, tumbuhan ini juga mengeluarkan oksigen pada malam hari.
Tanaman anggrek juga mampu membuang polutan yang dtemukan pada cat dinding dan menggantinya dengan oksigen yang berkualitas.
Anggrek dengan nama ilmiah Orchidaceae, dikenal memiliki berjuta juta jenis tanaman yang terlihat cukup memukau dengan bunganya yang berwarna-warni, sukulen berbunga ini bisa menjadi tambahan cantik untuk rumah Anda.
4. Lidah Mertua :
Tanaman dengan bentuk unik ini ternyata cocok untuk koleksi tanaman di dalam rumah. Selain cantik dan mudah untuk dirawat, tanaman hias ini juga mampu menyerap karbon dioksida sebanyak 0,49 ppm/m3 di dalam ruang tertutup. Bahkan, tanaman ini juga menyerap polutan lain seperti xilena, benzena, dan formaldehida di saat malam hari.
Untuk sebuah tanaman hias di dalam rumah dan tanaman rumah penghasil oksigen yang mujarab, Lidah Mertua bisa dikatakan low maintenance. Tidak banyak perawatan yang dibutuhkan, hanya perlu menyiramnya sekitar seminggu sekali dan meletakkan di dekat jendela untuk asupan sinar matahari yang cukup.
5. Sirih Gading :
Tanaman lain yang bisa dipajang di dalam rumah adalah Epipremnum Aureum atau yang lebih dikenal dengan nama Sirih Gading. Tanaman penghasil oksigen ini dapat membantu menjaga sirkulasi udara di dalam rumah. Pasalnya, tanaman ini mampu menyedot berbagai racun berbahaya atau polutan seperti Toluna, karbon monoksida, dan xilena.
Sirih Gading juga dikenal mampu menjaga kelembapan udara di dalam rumah. Disebutkan presentasi kemampuan menyerap karbon dioksida mencapai 17,10 persen, yang mana baik untuk kesehatan dan udara di dalam rumah. Beruntungnya, tanaman ini juga cocok untuk di dalam rumah karena bisa bertahan dengan cahaya sedang dan terang meski tanpa matahari. (*)




















