Penulis : Dixs Fibriant
Malang,tagarjatim.com – Memasuki musim liburan Natal dan Tahun Baru 2024, banyak masyarakat datang ke Malang, Jawa Timur, untuk menghabiskan waktu liburan akhir tahun 2023. Selain ke tempat wisata, tentunya masyarakat juga ingin berburu kuliner khas Malang.
Apalagi, Malang dikenal sebagai surganya kuliner wisatawan dari berbagai daerah yang berlibur di Malang.
Nah..saat ini tim kuliner tagarjatim.com, akan mengajak anda mampir ke warung Kare Ayam Kampung Mak Ten di Jalan Raya Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang.
Warung Kare Ayam Kampung Mak Ten ini merupakan warung legendaris sejak 1977 yang dikelola secara turun temurun. Saat ini, warung ini dikelola 2 cucunya yakni Aan dan Iin.” Warung Kare Ayam Kampung ini warisan dari si mbah saya, yang biasa dipanggil Mak Ten. Sejak dulu masyarakat banyak yang membeli kare ayam kampung di mbah saya,” kata Aan, Kamis (28/12/2023).
Menurut Aan, setelah mbahnya (Mak Ten,red) meninggal dunia, agar warung ini tetap eksis, akhirnya keluarga memutuskan untuk tetap melanjutkan berjualan Kare Ayam Kampung. Selain mempunyai banyak pelanggan, keberadaan warung ini juga untuk mengenang perjuangan atau usaha yang dirintis oleh neneknya yang sampai saat ini tetap bertahan.
“Dulu setelah nenek saya meninggal dunia tahun 2003 di usia 75 tahun, yang melanjutkan jualan ibu saya. Sekarang yang mengelola saya dan kakak saya. Jadi usaha ini memang turun temurun,” ujarnya.
Setiap hari, warung ini menjadi jujukan masyarakat lokal maupun wisatawan untuk sarapan dan makan siang. Jika pembeli tidak suka ayam, disini juga disediakan berbagai menu masakan tradisional jawa yang rasanya juga Mak Nyus, seperti sayur lodeh tewel, rawon,nasi campur dan lain-lain.
Namun, yang menjadi menu favorit andalannya dan paling diburu pembeli adalah Kare Ayam Kampung. Rasa Kare Ayam Kampung Mak Ten memang menggoyang lidah, berbeda dengan masakan Kare Ayam pada umumnya.
Kare Ayam Mak Ten ini dibikin dengan olahan murni bumbu rempah-rempah yang dimasak tanpa menggunakan bahan kimia. Walaupun usia jualannya 46 tahun dan peracik bumbunya sudah turun temurun, tapi rasa masakan Kare Ayam Kampung Mak Ten ini tidak berubah sama sekali dari dulu sampai sekarang.
Khas olahan masakan Kare Ayam Kampung Mak Ten, yakni kuah dan ayamnya diberi bawang goreng, sehingga rasanya makin mantab. Apalagi kuahnya ditambah sambel pedas,diberi mendol, dadar jagung dan krupuk, rasanya makin nendang, gurih.
Siapapun pembeli yang sudah mencicipi Kare Ayam Kampung Mak Ten, pastinya akan ketagihan. Bahkan, tidak sedikit dari pembeli pesan kare ayam memilih dibungkus dan dibawa pulang untuk oleh- oleh dan dimakan bersama keluarganya di rumah.
Enno warga Sidoarjo mengaku setiap berlibur ke Malang, ia bersama keluarganya selalu berburu Kare Ayam Kampung Mak Ten.
“Rasanya memang enak banget,gurih, bumbunya terasa banget dan ayamnya juga empuk. Saya langganan disini sudah lama, biasanya seminggu sekali ke sini bersama teman dan keluarga. Kalau disini yang paling saya sukai ya kare ayamnya. Sambalnya, pedasnya luar biasa,” katanya.
Di warung ini, pembeli bisa memesan kare ayam langsung dicampur nasi atau kuah kare ayamnya dipisah. Jadi, jika kuahnya dipisah harganya berbeda.
“Harga satu porsi untuk kare ayam kampung dicampur nasi Rp 19 ribu berisi 1 potong ayam, sedangkan jika nasi dan kuah dipisah harganya Rp 29 ribu berisi 2 potong ayam. Harga satu porsi kare ayam kampung tersebut belum termasuk harga gorengan mendol, dadar jagung, krupuk maupun minumannya,” tambah Aan.
Ia menjelaskan dengan banyaknya pelanggan yang suka masakan kare ayam kampung, setiap hari dia mengolah puluhan ekor ayam kampung.”Setiap hari kami menghabiskan 25 ekor ayam kampung. Buka setiap hari Senin sampai Sabtu, Pukul 07.00 WIB sampai Pukul 15.30 WIB. Kita juga menerima pesanan,”pungkasnya.
Kare merupakan makanan tradisional dan populer di Indonesia sejak jaman nenek moyang. Di Indonesia sendiri, kare dikenal sejak pedagang India datang dan identik dengan masakan khas Sumatera utamanya wilayah bagian utara dan barat.
Namun, dengan banyaknya bumbu yang melimpah membuat masyarakat kita memodifikasi bumbu kare ayam. Masyarakat Indonesia lebih senang membuat bumbu kare dari rempah segar.
Jika di Jawa Timur (Jatim) olahan kare identik berwarna kuning, namun, di luar jatim biasanya olahannya berwarna merah dan biasa disebut Kari.Bahan utama yang digunakan dalam sajian berbumbu kari bisa bermacam-macam mulai dari ayam, ikan, hingga daging kambing.
Menariknya, kari India yang asli sebenarnya tidak pedas. Rasa pedas bermula saat Christopher Columbus membawa benih cabai dari Amerika untuk diperdagangkan di India. Sejak itulah, cabai menjadi bagian dari kuliner India, termasuk kari.
Jika anda ingin berburu kuliner Kare Ayam Kampung Mak Ten, sangatlah mudah. Jaraknya dari pusat Kota Malang sekitar 5 Kilometer.
Dari Kota Malang Anda bisa langsung menuju ke Warung Kare Ayam Kampung Mak Ten, melalui jalan provinsi menuju ke Arah Kepanjen atau arah Blitar.
Saat perjalanan anda nanti akan melihat warung kecil di pinggir jalan dengan tulisan Warung Kare Ayam Kampung Mak Ten. Disitu anda akan melihat mobil atau motor parkir berjajar dari berbagai luar daerah menikmati makan siang di warung Mak Ten.




















