Kabupaten Malang – Salah satu ibadah yang paling tua seiring dengan umur manusia adalah ibadah puasa. Puasa merupakan amalan yang dianjurkan oleh Allah SWT pada para Nabinya mulai dari Nabi Adam as hingga Nabi Muhammad SAW.
Meskipun berbeda cara dan durasi waktu yang ditentukan, namun hakikat puasa tetap sama. Umat manusia pra Islam sudah menjalankan puasa sebagai ritual pembersihan diri dan permintaan maaf kepada Allah sang maha kuasa.
Allah SWT telah mewajibkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah puasa. Dalam surah al-Baqarah ayat ke-183, Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa”.
Bagi kalangan muslim, puasa para Nabi dan Rosul terdahulu dilestarikan dalam agama islam. Artinya, puasa yang turun temurun dilakukan nabi terdahulu sampai hari ini, tetap menjadi amalan sunnah bagi umat Islam di dunia.
Sebagian kalangan ulama sufi, ritual puasa yang dilakukannya yakni puasa Nabi Idris. Karena puasa Nabi Idris, bisa mengangkat derajat seseorang ke martabat yang lebih tinggi.
Nabi Idris memiliki derajat yang tinggi karena kesalehan dan ibadahnya yang konsisten, termasuk dalam menjalankan puasa. Dalam Al Qur’an Surat Maryam 56: 57, Allah SWT berfirman : “Sesungguhnya ia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi. Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.”
Ayat ini mengisyaratkan bahwa Nabi Idris memiliki derajat yang tinggi karena kesalehan dan ibadahnya yang konsisten, termasuk dalam menjalankan puasa.
Dilansir dari laman IAIN Sunan Kudus, Nabi Idris merupakan keturunan keenam dari Nabi Adam dan Siti Hawa. Nabi Idris dikenal sebagai seorang nabi yang pintar sekaligus penemu sistem tulis-menulis.
Bagaimana pelaksanaan puasa Nabi Idris?
Nabi Idris menjalankan puasa setiap hari sepanjang hidupnya. Pada siang hari, beliau selalu menjaga diri dari makan dan minum dengan cara berpuasa, tanpa pernah berhenti, bahkan sehari pun.
Nabi Idris malaksanakan puasa ini untuk mendekatkan diri kepada Allah dan menahan diri dari semua hawa nafsu, serta membuat tubuh menjadi lebih sehat.
Mengikuti teladan kesalehan Nabi Idris, umat muslim didorong untuk menjaga hati dan pikirannya, agar terhindar dari pikiran negatif, dan diajarkan selalu berpikir positif kepada siapapun.
Nabi Idris melakukan puasa sepanjang masa ini, untuk mengekang keinginan-keinginan duniawi agar dirinya tetap mensyukuri nikmat Allah SWT, jauh dari sifat tamak atau serakah materi duniawi, serta untuk menyucikan jiwa dari berbagai penyakit hati.
Oleh karena itu, dalam kehidupan sehari-hari, umat Muslim didorong untuk memperbanyak dzikir, shalat, dan amalan-amalan ibadah lainnya. Hal itu agar umat manusia, mengikuti teladan kesalehan Nabi Idris yang senantiasa tekun dalam beribadah dengan keikhlasan mendalam.
Puasa menjadikan diri lebih sehat ini tercantum dalam hadis Rasulullah Saw yang diriwayatkan oleh At Tabarani sebagai berikut: “Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah Saw bersabda, “Berpuasalah niscaya kalian akan sehat”.




















