Kota Malang – “Ya Nabi Salam Alaika, Ya Rasul Salam Alaika, Ya Habib Salam Alaika, Sholawatullah Alaika”.

Lantunan Syiir sholawat inilah yang dinamakan Mahalul Qiyam, yang ditunggu – tunggu di majelis – majelis sholawat maulid nabi. Seraya memendam kerinduan mendalam, dengan suara merdu lantunan sholawat, dalam hati umat muslim, seolah-olah ingin berobitoh atau bertatap muka langsung dengan Rosulullah.

Dengan hati bergetar, mereka bersama-sama menyambut kehadiran ruh Ilahi, ruh manusia Agung di hadapan Allah SWT, pemimpin umat muslim sedunia, yakni baginda Nabiyullah Muhammad SAW.

Mahalul qiyam ini adalah bentuk penghormatan dan pengagungan kepada Rasulullah SAW. Karena saat itu Nabi Muhammad sedang datang, hadir di tengah-tengah jama’ah majelis, lalu jama’ah menyambutnya dengan senandung sholawat kepada Baginda Rasulullah SAW.

Dilansir dari berbagai sumber para ulama sufiyah mengatakan dalam bersholawat maulid nabi, hal yang paling dasyat yakni ketika mahalul qiyam. Ketika mahalul qiyam, di saat ada yang mengucapkan ‘Ya Nabi Salam Alaika, Ya Rasul Salam Alaika,’ kita dianjurkan untuk berdoa.

Para ulama tasawuf pun meyakini hebatnya mahalul qiyam yakni karena pada saat Mahalul Qiyam, Baginda Nabi Muhammad SAW hadir.

Beliau hadir untuk membersihkan kotoran-kotoran yang melekat pada jasmani dan ruhani kita. Contohnya, orang yang hatinya senang berzina, senang maksiat, kemudian ia hadir di majelis maulid mengumandangkan sholawat nabi dan ikut mahalul qiyam sampai nabinya hadir, semua penyakit tersebut itu akan hilang.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hina, banyak dosa kecil dan dosa besar yang kita lakukan. Dan kita orang yang tidak pernah bersyukur atas nikmat Allah, jangan sekali-kali ada yang meremehkan Mahalul Qiyam.

Setinggi apapun ilmu kita, sekuat apapun pangkat kita, jangan remehkan mahalul qiyam.

Mahalul qiyam adalah tempat pembersihan total untuk umat Nabi Muhammad. Kalau orang kotor hatinya, lalu ia hadir Mahalul Qiyam dan memanggil nama Rasulullah, ia akan pulang dalam keadaan bersih.

Kedasyatan mahalul qiyam, yakni ketika kita hadir di majelis dan ikut mahalul qiyam tiba-tiba air mata jatuh tak terasa, lepas tanpa adanya paksaan, tanpa ada beban, dan rasa malu. Itu bukti jika ruhani kita merindukan Rosulullah.

Marilah kita memperbanyak doa ketika mahalul qiyam, terlebih meminta berkah dan kemuliaan, semoga Allah mengabulkan doa-doa kita dan memenuhi apa yang menjadi hajat kita.

Wallahu A’lam

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H