NGAWI – Indonesian Millennial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo) merupakan program yang diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memperkuat sektor pertanian Indonesia dengan meningkatkan kemampuan dan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian, terutama di kalangan generasi muda. Program ini berfokus pada integrasi manajemen agribisnis dan korporasi untuk mendorong peningkatan produktivitas dan daya saing petani dengan cara membentuk kelembagaan ekonomi yang berbasis korporasi.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan lahan rawa merupakan komitmennya untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan perluasan tanam dalam waktu dekat ini.

“Pengembangan lahan rawa ini dikelola melalui optimasi lahan yang diharapkan dapat meningkatkan indeks pertanaman dan produktivitas,” ujarnya, Senin (9/9/2024)

Mentan Amran mengingatkan, kemarau seperti sekarang ini justru jadi berkah bagi para petani di lahan rawa. Rawa yang surut membuat petani bisa bercocok tanam padi dan palawija.

“Musim kemarau bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin karena hama lebih sedikit, sinar matahari cukup baik untuk fotosintesis dan proses pengeringan. Jadi kualitas gabah lebih baik,” kata Amran.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Idha Widi Arsanti menjelaskan program IMMACo ini dapat menjadi percontohan nasional dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian di lahan rawa.

“Kami berharap program ini dapat menjadi percontohan nasional dalam meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan sektor pertanian,” imbuh santi.

Kepala Balai Besar Pelatihan Peternakan (BBBP) Batu, Roby Darmawan menambahkan bahwa program ini merupakan program yang sangat luar biasa. tentunya harus di kawal secara masif dan dengan azas kebersamaan “semua stakeholder harus bahu membahu demi suksesnya program yang luar biasa ini” pungkas Roby.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H