Kota Malang – Dinas Kependudukan dan Cacatan Sipil (Dispendukcapil) mulai gencarkan layanan jemput bola di sekolah-sekolah untuk mengejar target pemilih pemula di Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) 2024 mendatang.
Setidaknya ada sebanyak 22.922 pemilih pemula yang terintergrasi dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) di wilayah Kota Malang terhitung per 31 Agustus 2024.
Kepala Bidang Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan dan Pemanfaatan Data, M. Wahyu Hidayat mengatakan, langkah tersebut ia lakukan guna memaksimalkan pemilu agar dapat menggunakan hak suara saat pesta demokrasi pada 27 November mendatang.
Jemput bola ini menyasar sekolah-sekolah, terutama pada pelajar yang berusia 17 tahun. Selain di lembaga pendidikan tingkat SMA dan SMK, layanan jemput bola juga dihadirkan di setiap kantor kelurahan di wilayah Kota Malang.
“Untuk jemput bola dilakukan di SMA, SMK dalam wilayah Kota Malang serta di kantor kelurahan yang telah terjadwal sebelumnya,” kata Wahyu, Selasa (3/9/2024).
Dari jumlah target yang ditentukan oleh Dapodik, lanjut Wahyu, yang telah terekam e-KTP belum ada 50 persen bahkan jauh dari separohnya.
“Yang sudah terekam e-KTP sebanyak 7.105 orang,” tambahnya.
Selain memaksimalkan hak suara pada pemilih pemula, program jemput bola ini juga dinilai untuk memudahkan pelajar. Sebab, banyak dari mereka kesusahan untuk melakukan kepengurusan administrasi kependudukan karena berbenturan dengan waktu sekolah.
“Dengan memiliki KTP ini para siswa dengan kepentingan-kepentingan kependidikan bisa lebih mudah dan lancar untuk melakukan aktivitasnya. Yang kedua, pemilih pemula ini bisa melakukan hak konstitusinya untuk memilih di tanggal 27 November,” pungkasnya.




















