Kota Malang – Universitas Brawijaya (UB) dan Universitas Nusa Cendana bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Malaka, menggelar praktek pemasangan Pita Mulsa Organik (PMO) dan Teknologi Induksi Magnetik di lahan demplot petani Desa Harekakae, Kecamatan Malaka Tengah, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur meningkatkan produktivitas tanaman padi.
Dosen UB, Gunomo Djojowasito Inovasi Pita Mulsa Organik (PMO) Induksi Magnetik untuk menunjang kemandirian pangan di Kabupaten Malaka. Uji coba ini juga sebagai upaya untuk meningkatkan produktivitas tanaman padi, kualitas air irigasi, dan sektor perekonomian petani malaka.
“Hasilnya belum diketahui dengan pasti karena memerlukan waktu sekitar 3 minggu. Yang jelas pada penerapan atau aplikasi saat ini memerlukan tenaga dan waktu yang banyak dan lama, karena PMO belum dalam bentuk pita yang dapat digulung. PMO yang dihasilkan masih terlalu tebal sehingga memerlukan banyak bahan bak,” katanya, dalam keterangan resminya, Minggu (1/9/2024).
Kegiatan dilakukan sebagai wujud realisasi Program Dana Padanan (PDP) kemenristekdikti. Melalui program ini Universitas Brawijaya dan Universitas Nusa Cendana saling berkontribusi menyumbangkan ide untuk membangun pertanian di Kabupaten Malaka agar menjadi kabupaten yang unggul dengan inovasi teknologi yang diterapkan serta ramah lingkungan.
“Petani diharapkan dapat menerapkan kedua teknologi tersebut secara mandiri sehingga bisa meningkatkan produktivitas tanaman padi mereka,” pungkasnya.




















