Kabupaten Malang – Musim kemarau cukup panjang membuat 20 desa di Kabupaten Malang, berpotensi alami kekeringan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat 20 desa itu tersebar di 6 kecamatan. Di antaranya Desa Klampok, Kecamatan Singosari, Desa Jabung, Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, dan Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

Kemudian, 6 desa di Kecamatan Sumbermanjing Wetan, yakni Desa Sumbermanjing Wetan, Desa Sumberagung, Desa Kedungbanteng, Desa Tambakasri, Desa Ringinsari, Desa Argotirto, Desa Sitiarjo, Desa Klepu, Desa Ringinkembar, Desa Tambakarjo, dan Desa Druju.

Lalu, 4 desa di Kecamatan Kalipare, yakni Desa Sumberpetung, Desa Kalipare, Desa Kalirejo, dan Desa Putukrejo.

“20 desa yang berpotensi kekeringan ini mengacu atas kekeringan yang terjadi pada tahun 2023 lalu,” ungkap Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan saat ditemui, Jumat (23/8/2024) lalu.

Salah satu desa yang sudah mulai mengalami kekeringan, saat ini yakni Desa Karangkates, Kecamatan Sumberpucung.

“Debit air di sana sudah mulai berkurang. Tapi belum berkurang,” tegasnya.

Dibanding tahun 2022 lalu, peta potensi kekeringan itu menurut Sadono meningkat, meski titiknya banyak berubah. Seperti Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang dan Desa Banjarejo, Kecamatan Donomulyo hilang dalam peta kekeringan tahun 2023.

“Hilangnya beberapa desa dari peta potensi kekeringan diantaranya adanya perluasan fasilitas supply air dari pemerintah, seperti PDAM dan Himpunan Pengusaha Air Minum (HIPAM) sudah mulai masuk,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi kekeringan di 20 desa itu, BPBD Kabupaten Malang telah banyak mendapat dukungan tandon bulat dan portable dari BPBD Provinsi Jawa Timur.

“Kita punya tandon lipat sebanyak 60 unit. Tandon bulat sekitar 50 unit dengan kapasitas masing-masing kurang lebih 1200 liter,” pungkasnya.

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H