Kota Batu – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendorong upaya peningkatan produktivitas padi nasional, salah satunya melalui program Indonesian Millenial for Modern Agriculture Corporation (IMMACo).
IMMACo merupakan program inisiatif Kementerian Pertanian untuk memperluas lahan produktif padi dengan mengintegrasikan sub sektor terkait dalam rangka mewujudkan Swasembada dan Lumbung Pangan Dunia tahun 2029.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam kesempatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-79 di IKN beberapa waktu lalu mengatakan, Indonesia harus bangkit menjadi lumbung pangan dunia.
“Mari kita jadikan hari kemerdekaan ini sebagai momentum bagi sektor pertanian untuk bangkit menjadi lumbung pangan dunia,” ujar Amran.
Dalam rangka koordinasi progres IMMACo bagi PJ kegiatan di wilayah Jawa Timur, dilaksanakan rapat koordinasi pada Jum’at (23/08/24). Bertempat di ruang rapat diorama BBPP Batu, rapat koordinasi di pimpin langsung oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widhi Arsanti.
Hadir Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, Sam Herodian dan Kepala UPT Kementan Jawa Timur.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Idha Widhi Arsanti menyampaikan, telah dilaksanakan identifikasi lapangan oleh tim IMMACo di wilayah Jateng, Sumsel, Banten, Jabar, Jatim, Kalsel, Sulsel dan Papua Selatan yang meliputi data lokasi, kecamatan, luasan, jumlah poktan, gapoktan, anggota poktan, keragaan alsintan di UPJA, Brigade Dinas, Brikade Kodim, Penggilan padi, kondisi alsintan, offtaker dan kelembagaan UPJA .
“BPPSDMP akan melaksanakan dan mengawal program ini dengan sebaik baiknya” sebut Santi.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, Sam Herodian, menjelaskan, IMMACo merupakan kegiatan pertanian yang dikelola secara bisnis berbasis korporasi mulai dari hulu hingga hilir. Bisnis di kelola oleh milenial dengan penggunaan input produksi yang optimal serta mengimplementasikan teknologi modern dan standar budaya optimal. Diharapkan dalam kurun waktu 3 tahun, bisnis tersebut sudah mandiri sehingga bisa di lepas
Sam menyampaikan bahwa keberhasilan program strategis nasional dalam mendorong peningkatan produktivitas pertanian hingga menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada tahun 2029 akan meningkatkan bergaining position bagi Indonesia, sehingga perlu dukungan dan kolaborasi dengan berbagai Kementerian atau Lembaga lain.
Pada kegiatan ini, Direktur Polbangtan Malang, Setya Budi Udrayana, PJ Kabupaten Ngawi di dampingi oleh Wakil PJ Kabupaten Ngawi, Roby Darmawan. Melaporkan hasil koordinasi awal Program IMMACo di Kabupaten Ngawi pada 21 agustus 2024 yang lalu.
Hasil koordinasi awal di Kabupaten Ngawi untuk target pengembangan korporasi petani akan melibatkan mahasiswa, alumni dan juga petani milenial. Kawasan IMACo adalah kawasan yang tidak terlibat dengan program PAT dan memiliki UPJA yang siap untuk dikembangkan.
Berdasarkan identifikasi dan potensi wilayah, calon lokasi untuk Program IMMACo Kabupaten Ngawi meliputi 5 kecamatan yaitu Kecamatan Bringin, Geneng, Karanganyar, Kendal dan Kwadungan. (*)




















