Kota Batu, Tagarjatim.id – Pemerintah Kota Batu mulai menggeber persiapan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik TKA jenjang sekolah dasar. Melalui Dinas Pendidikan Kota Batu, langkah pematangan dilakukan sejak dini untuk memastikan TKA tidak sekadar formalitas, tetapi benar benar menjadi tolok ukur kualitas pembelajaran di sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Alfi Nurhidayat menegaskan, TKA merupakan instrumen strategis dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memotret mutu proses belajar mengajar di daerah. Karena itu, seluruh kepala SD negeri dan swasta se Kota Batu dikumpulkan agar memiliki pemahaman dan kesiapan yang sama.
“TKA ini bukan sekadar ujian. Ini alat evaluasi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran berjalan sesuai kurikulum. Maka kami ingin semua sekolah benar benar siap,” ujar Alfi, Senin (9/2/2026).
Menurut Alfi, hasil TKA akan menjadi cermin keberhasilan pendidikan di daerah. Dari situ akan terlihat kekuatan sekaligus titik lemah pembelajaran yang perlu segera diperbaiki.
“Lewat TKA ini akan terlihat apakah proses pembelajaran sudah berjalan optimal atau masih perlu pembenahan. Karena itu persiapannya tidak bisa setengah setengah,” tegasnya.
Pemkot Batu menargetkan pelaksanaan TKA dapat berjalan lancar sekaligus menghasilkan capaian prestasi yang membanggakan. Ambisi tersebut sejalan dengan komitmen pemerintah daerah menjadikan Kota Batu sebagai salah satu kawasan unggulan di bidang pendidikan.
“Kami ingin Kota Batu dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik. Salah satu indikatornya ya dari pelaksanaan TKA yang tertib dan hasilnya tinggi,” kata Alfi.
Dindik juga menekankan pentingnya kesiapan peserta didik dari sisi penguasaan materi. Alfi menyebut, hasil evaluasi tidak akan optimal tanpa proses pembelajaran yang maksimal di ruang kelas.
“Kalau anak anak menguasai materi dengan baik, hasil TKA pasti akan mengikuti. Kuncinya ada pada proses belajar yang konsisten,” ujarnya.
Alfi optimistis potensi pendidikan di Kota Batu mampu bersaing dengan daerah lain di Malang Raya maupun Jawa Timur. Menurutnya, banyak sekolah dan siswa di Kota Batu yang selama ini telah menunjukkan prestasi di berbagai bidang.
“Kota Batu pasti bisa. Dengan pendidik yang tepat dan manajemen sekolah yang baik, sekolah unggul dan murid berprestasi akan terus lahir,” ucapnya.
Antusiasme para kepala sekolah dalam sosialisasi menjadi sinyal positif. Mereka aktif mengikuti paparan materi dari narasumber tingkat provinsi hingga lembaga pendidikan unggulan.
“Banyak yang mengaku senang karena mendapatkan gambaran utuh soal TKA. Harapannya, ilmu ini bisa ditularkan ke seluruh guru dan siswa di sekolah masing masing,” jelas Alfi.
TKA jenjang SD sederajat di Kota Batu rencananya akan diikuti sekitar 200 sekolah. Pelaksanaannya dijadwalkan pada 20 April 2026 dan dilakukan secara daring.
Seiring itu, Pemkot Batu terus mematangkan kesiapan sarana dan prasarana. Karena berbasis online, sekolah dituntut menyiapkan perangkat dan jaringan internet yang memadai.
“TKA berbasis digital ini bagian dari transformasi pendidikan. Ke depan akan diterapkan juga e ijazah, sehingga anak anak kita harus siap dengan ekosistem digital,” terang Alfi.
Ia memastikan pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung pelaksanaan TKA agar berjalan lancar tanpa kendala berarti.
“Kami akan siapkan semua kebutuhan. Targetnya satu, pelaksanaan lancar dan hasilnya membanggakan,” pungkasnya.(*)




















