Kota Malang, Tagarjatim.id – Saat ratusan ribu jamaah Mujahadah Kubro Peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama perlahan meninggalkan Stadion Gajayana, Kota Malang, Minggu (8/2/2026), sebuah pemandangan sederhana namun bermakna terlihat di area stadion.

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, tampak ikut menjaga kebersihan lokasi kegiatan. Tanpa seremoni dan tanpa pengawalan khusus, Aries terlihat memunguti sisa kemasan plastik dan makanan yang tercecer, lalu memasukkannya ke dalam kantong besar sampah.

Aksi tersebut dilakukan saat suasana stadion mulai lengang. Aries melakukannya dengan tenang, nyaris tanpa menarik perhatian, seolah ingin menyampaikan bahwa tanggung jawab tidak berhenti ketika acara besar selesai digelar.

Aries Agung Paewai, yang pernah mengemban amanah sebagai Penjabat Wali Kota Batu, menunjukkan bahwa nilai kepemimpinan kerap hadir dalam tindakan kecil yang konsisten. Bagi dia, menjaga kebersihan ruang publik adalah bagian dari tanggung jawab moral sebagai warga, sekaligus sebagai pemimpin.

Beberapa jamaah yang masih berada di lokasi terlihat terkejut dan tergerak. Sebagian ikut membantu, sementara yang lain berhenti sejenak menyaksikan. Aksi tersebut tidak hanya soal membersihkan area stadion, tetapi juga menghadirkan contoh nyata bahwa kepedulian tidak mengenal jabatan.

Keteladanan ini sejalan dengan nilai-nilai yang selama satu abad dijaga Nahdlatul Ulama, di mana keberagamaan tidak berhenti pada ritual, tetapi tercermin dalam adab sosial, termasuk menjaga kebersihan, menghormati ruang publik, dan bertanggung jawab atas jejak yang ditinggalkan.

Sebagai Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, sikap Aries mencerminkan pesan pendidikan karakter yang kerap digaungkan yakni disiplin, kepedulian lingkungan, dan tanggung jawab sosial. Nilai-nilai tersebut terasa lebih hidup ketika ditunjukkan melalui tindakan, bukan sekadar disampaikan lewat pidato atau regulasi.

“Kebersihan adalah pelajaran paling sederhana tentang tanggung jawab. Dan pelajaran itu akan lebih mudah dipahami ketika dicontohkan,” ujar Aries singkat sambil terus merapikan area sekitar stadion.

Dalam konteks Mujahadah Kubro berskala nasional, persoalan kebersihan kerap menjadi tantangan tersendiri. Namun melalui tindakan sederhana ini, Aries menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama, bukan semata tugas petugas kebersihan.

Lebih dari itu, aksi tersebut menghadirkan pesan kuat bagi generasi muda dan pelajar di Jawa Timur. Menjadi pemimpin tidak selalu tentang keputusan besar dan podium kehormatan, tetapi tentang kesediaan memberi contoh dalam hal-hal paling mendasar.

Mujahadah Kubro Satu Abad NU pun tak hanya meninggalkan kesan spiritual dan kebangsaan, tetapi juga pelajaran sosial yang membekas. Dari aksi sunyi namun bermakna ini, Aries Agung Paewai menunjukkan bahwa keteladanan sejati kerap lahir dari tindakan sederhana.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H