Kota Malang, Tagarjatim.id – Pengurus DPD Partai Golkar Kota Malang resmi membuka segel kantor yang telah terpasang lebih dari satu setengah bulan yang lalu. Setelah resmi dibuka, langsung dilanjutkan dengan pembacaan pengurus dan rapat pleno, Minggu (1/2/2026).

Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin mengatakan, rangkaian Musyawarah Daerah (Musda) DPD Partai Golkar Kota Malang telah digelar pada 14 Oktober 2025 lalu di Surabaya. Hasil dari musda tersebut, yaitu terbitnya Surat Keputusan (SK) kepengurusan periode 2025 – 2030 dan telah disahkan oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur.

“Hasil dari musda telah menghasilkan kepengurusan definitif. Lalu, susunan kepengurusan telah kami sampaikan dan diterbitkan SK oleh DPD Partai Golkar Provinsi Jawa Timur,” jelasnya.

Setelah resmi membuka segel kantor yang terletak di Jalan Panglima Sudirman Kota Malang tersebut, maka pihaknya akan menggelar rapat pleno perdana bersama jajaran pengurus dan Fraksi Golkar DPRD Kota Malang.

Sejumlah nama masuk dalam kepengurusan antara lain Sekretaris Umum Teguh Darwanto, Bendahara Umum Hendi Suryo Laksono, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang sekaligus Wakil Ketua Bidang Organisasi Suryadi, Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan Kartika, Wakil Ketua Bidang Hukum Djoko Tritjahjana dan jajaran lainnya.

“Kami ingin bersama-sama membangun Golkar yang maju, modern, dan solutif. Golkar harus hadir memberi kontribusi nyata bagi kesejahteraan Kota Malang,” terangnya.

Selain konsolidasi internal, ia juga menyatakan komitmennya untuk menyelesaikan dinamika internal partai. Termasuk, persoalan perselisihan dan penyegelan kantor DPD Golkar Kota Malang.

“Kami ingin kantor ini segera dibuka, lalu langsung bekerja. Ini adalah rumah bersama seluruh kader Golkar. Kami akan merangkul dan membersamai semua kader,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Malang, Suryadi mengungkapkan, bahwa kepengurusan periode 2025–2030 akan langsung bergerak dengan agenda utama konsolidasi internal.

“Langkah awal adalah konsolidasi, berdiskusi dan merapatkan barisan. Dinamika ini justru menunjukkan karakter Golkar yang hidup dan dinamis,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H