Kota Malang, Tagarjatim.id – Tidak banyak breeder atau pembudidaya menggeluti dunia tanaman karnivora. Namun dari tangan dingin Hadhiyyah Cahyono, eksistensi tanaman tersebut bisa bertahan dan bernilai jual tinggi.

Bahkan, ia rela mengubah sebagian rumahnya di Jalan Puncak Rinjani Kecamatan Dau kabupaten Malang menjadi sheding house yang dinamakan Plants Colony. Selain tanaman karnivora berupa Nepenthes atau lebih dikenal dengan nama kantong semar dan Venus Fly Trap, di tempatnya juga terdapat anggrek maupun tanaman hias aroid.

Dalam budidaya tersebut, ia melakukannya dengan melakukan kawin silang berbagai jenis tanaman karnivora. Bahkan, dapat menghasilkan anggrek kantong semar hibrida baru yang unik.

“Jadi, saya mengawinkan tanaman A dengan tanaman B yang berbeda jenis. Dari hal tersebut, dapat menghasilkan anggrek kantong semar bernama Paphiopedilum Memoria Jakob Oetama pada tahun lalu dan sempat menjadi viral,” jelasnya saat ditemui Tagarjatim.id pada Minggu (1/2/2026).

Dirinya mengungkapkan, bahwa koleksi tanaman karnivora lebih banyak didominasi kantong semar. Ia pun merasa bangga dengan hal tersebut, karena kantong semar merupakan tanaman endemik asli Indonesia.

“Tanaman kantong semar ini 70 persen merupakan endemik Indonesia. Sehingga, ada kebanggaan tersendiri saat melakukan budidaya,” ungkapnya.

Sedangkan dari faktor bisnis, tanaman karnivora ini terbilang cukup menjanjikan dengan pangsa pasar masih luas. Untuk kantong semar dan Venus Fly Trap, dipatok mulai Rp 50 ribu hingga dapat tembus Rp 120 juta.

“Harga tanaman ini ditentukan oleh tingkat kelangkaan maupun tingkat kesulitan perawatan. Semakin langka maka harganya juga semakin mahal,” terangnya.

Bahkan, ia kini mampu menembus pasar mancanegara. Dengan pemasarannya baik dijual secara utuh maupun dengan sistem barter.

“Untuk barter, biasanya orang luar punya biji atau spesimen apa dan kita saling bertukar tanaman. Kita pernah menjual ke Belanda dan negara Eropa lainnya, tetapi yang paling banyak ke negara Thailand dan Taiwan. Namun tentunya, yang dijual adalah hasil silangan atau hibrid dengan yang paling diminati adalah kantong semar,” tandasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H