Kota Malang, Tagarjatim.id – Pelaksanaan Harlah 1 Abad Nahdlatul Ulama (NU) yang digelar pada tanggal 7 – 8 Februari 2026 di Stadion Gajayana bakal diikuti ratusan ribu jemaah. Selain memanfaatkan fasilitas gedung pemerintahan maupun gedung sekolah, sejumlah gereja di Kota Malang juga bakal digunakan sebagai tempat transit dan parkir jemaah.

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, pelaksanaan Harlah 1 Abad NU membawa dampak positif terhadap perekonomian daerah. Pasalnya, hotel dan penginapan telah banyak dipesan dan beberapa gereja juga akan menjadi tempat transit jemaah.

“Ini luar biasa dan dampaknya sangat besar. Hotel dan penginapan sudah banyak dipesan. Bahkan, beberapa gereja digunakan oleh PCNU-PCNU dari kabupaten dan kota untuk tempat transit jemaah,” jelasnya, Rabu (28/1/2026).

Dirinya menyampaikan rasa terima kasih atas keterbukaan serta dukungan yang diberikan oleh pihak gereja. Ini juga menjadi perwujudan toleransi antar umat beragama.

“Saya berterima kasih dan ini menunjukkan semangat kebersamaan di Kota Malang,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Malang, KH Isroqunnajah mengungkapkan, bahwa hingga saat ini belum ada komunikasi terkait penggunaan gereja sebagai tempat transit peserta Harlah NU.

“Terkait gereja, sejauh ini belum ada komunikasi langsung. Tetapi kami sudah menerima masukan, agar akses ke dua rumah sakit yakni Melati Husada maupun Hermina bisa dijaga agar kelancaran pergerakan ambulans tidak mengganggu jemaah,” ungkapnya.

Ia juga menyinggung terkait adanya permintaan fasilitasi dari pihak gereja di kawasan Jalan Kawi saat pelaksanaan Harlah bertepatan dengan jadwal ibadah kebaktian.

“Di Jalan Kawi ada gereja dan mereka juga melaksanakan kegiatan kebaktian, karena memang harinya bersamaan. Tentunya, ini akan kami fasilitasi. Karena kami ingin semuanya bisa berjalan, saling menghormati dan tidak saling mengganggu,” bebernya.

Sementara itu, Romo Paroki Gereja Katedral Ijen, Romo Petrus Prihatin mengungkapkan kesiapannya apabila Gereja Katedral Ijen akan difungsikan sebagai tempat transit peserta Harlah NU. Meski begitu, hingga kini masih belum ada pembahasan lebih lanjut terkait hal tersebut.

“Kami belum tahu sama sekali dan sampai saat ini belum ada koordinasi apapun. Namun tentunya, kami siap mendukung kelancaran terlaksananya kegiatan Harlah NU tersebut,” jelasnya.

Apabila nantinya ditunjuk sebagai tempat transit, maka pihaknya siap membantu. Namun, hal tersebut baru bisa dilakukan usai pelaksanaan ibadah.

“Untuk Sabtu, ibadahnya dilaksanakan dua kali jam 16.30 WIB dan jam 18.30 WIB lalu Minggu pagi yaitu jam 05.30 WIB dan 07.30 WIB lalu sore di jam 16.30 WIB dan jam 18.30 WIB. Di luar dari jam tersebut, kondisi gereja sudah kosong dan kami siap membantu,” tambahnya.

Ia juga mengaku apabila nantinya memang dipilih sebagai tempat transit, maka ia akan segera melakukan koordinasi secara internal.

“Apabila memang ditunjuk menjadi tempat transit, maka kami langsung bergerak dan melakukan koordinasi internal. Kami siapkan pengamanan internal yaitu petugas satpam dan Pasukan Santo Mikail (PSM), untuk membantu kelancaran peserta Harlah NU yang akan beristirahat,” pungkasnya.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H