Penulis : Abdul Malik
Malang, tagarjatim.com – Menjelang Pemilihan Bupati (Pilbup) Kabupaten Malang, Jawa Timur, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA melakukan survei elektabilitas Calon Bupati (Cabup) dan Calon Wakil Bupati (Cawabup) di Pilkada 2024. Hasil survey terbaru LSI Denny JA dari sejumlah calon yang ingin bertarung di Pilbup Malang 2024, elektabilitas Bupati Malang Sanusi berada di posisi teratas.
Peneliti LSI Denny JA, Fadhli Fakhri Fauzan, mengungkapkan hasil survey terbaru elektabilitas Sanusi sebagai Bupati Sanusi, sebagai incumbent di Pilbup 2024 masih unggul di atas calon-calon yang lain dengan angka 56,1 persen. “Survey menggunakan metodologi multi stage random sampling melalui wawancara tatap muka dengan 440 responden dengan margin of error kurang lebih 4,8 persen,” kata Fadhli Fauzan, kepada wartawan, Rabu (7/8/2024).
Fadhli Fauzan menjelaskan pada survey kali ini, LSI JA menggunakan simulasi 8 calon. Selain Bupati Sanusi, kata dia ada 7 calon lainnya yakni Lathifah Shohib, Gunawan Wibisono, Didik Gatot Subroto, Chusni Mubarok, Dwi Hari Cahyono, Kresna Dewanata Phrosakh, dan Dwi Indrotito Cahyono.
“Jadi perolehannya Sanusi 56,1 persen Kemudian di bawahnya Lathifah Shohib 10,0 persen, Gunawan Wibisono 5,0 persen, Didik Gatot Subroto 3,0 persen, Chusni Mubarok 1,8 persen, Dwi Hari Cahyono 1,4 persen, Kresna Dewanata Phrosakh 0,2 persen, dan Dwi Indrotito Cahyono 0,2 persen,” beber Fadhli Fauzan.
Menurut dia, tingkat kepuasan terhadap kinerja incumbent Sanusi pun di angka 80 persen tingkat keberhasilan 80,7 persen, dan tingkat menginginkan kembali Sanusi untuk menjadi Bupati di periode berikutnya di angka 63,6 persen.
“Kuatnya elektabilitas Sanusi sebagai incumbent tidak terlepas dari tingkat kesukaannya yang sangat tinggi di angka 91,2 persen,” tandasnya.
Selain elektabilitas calon bupati, calon wakil bupati juga menjadi bagian yang disurvei. Hasilnya, dalam simulasi 11 calon, Lathifah Shohib menjadi yang paling tinggi elektabilitasnya di angka 15,7 persen, lalu Didik Gatot Subroto 8,0 persen, Jajuk Rendra Kresna 5,7 persen, dan nama-nama lainnya di bawah 2,5 persen.
“Yang menarik dari survei kali ini adalah angka elektabilitas untuk calon bupati dan calon wakil bupati ditempati oleh kontestan pilkada di periode sebelumnya pada tahun 2020, Sanusi dan Lathifah Shohib,” tegasnya.
Fadhli Fauzan menambahkan bila mana kedua calon tersebut dipasangkan dalam satu koalisi, maka akan semakin memperkokoh elektabilitas keduanya. Hal ini terpotret dalam simulasi 2 pasangan calon bupati dan wakil bupati antara pasangan Sanusi-Lathifah Shohib di angka 64,1 persen berhadapan dengan pasangan Gunawan Wibisono – Didik Gatot Subroto di angka 7,3 persen.
“Jika koalisi pasangan Sanusi – Lathifah Shohib ini semakin menguat, maka angka elektabilitasnya akan semakin tak terbendung dan akan lebih mudah memenangkan pertarungan di pilkada pada tanggal 27 Nopember 2024 mendatang,” pungkasnya. (*)




















