Kota Batu, TagarJatim – Kunjungan wisatawan ke Kota Batu sepanjang tahun 2025 mengalami penurunan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Data menunjukkan penurunan kunjungan wisata mencapai lebih dari 15 persen dibandingkan 2024.

Penurunan tersebut dirasakan langsung oleh sejumlah destinasi wisata unggulan, salah satunya Taman Rekreasi Selecta Kota Batu. Sepanjang 2025, Selecta mencatat penurunan kunjungan hingga 23 persen dibandingkan tahun 2024.

Direktur Taman Rekreasi Selecta, Pramono, menyebut kondisi ekonomi menjadi faktor utama melemahnya minat masyarakat untuk berwisata. Menurutnya, daya beli yang belum sepenuhnya pulih membuat masyarakat lebih berhati-hati dalam mengeluarkan pengeluaran nonprimer.

“Perekonomian belum pulih sehingga berdampak pada daya beli masyarakat. Wisata bukan kebutuhan primer, jadi masyarakat berpikir dua kali untuk berlibur,” ujar Pramono, Rabu (14/1/2026).

Selain faktor ekonomi, ketatnya persaingan destinasi wisata di berbagai daerah juga turut memengaruhi turunnya kunjungan ke Kota Batu. Banyak daerah kini menghadirkan destinasi baru dengan konsep serupa, sehingga pilihan wisatawan semakin beragam.

Pramono mengungkapkan, tren penurunan sejatinya telah terlihat sejak 2024. Setelah sempat bangkit pascapandemi COVID-19 pada 2022–2023, grafik kunjungan kembali melandai.

“Pasca pandemi, tahun 2022 dan 2023 naik cukup signifikan sekitar 50 persen. Tapi di 2024 mulai turun lagi dan berlanjut di 2025,” jelasnya.

Meski demikian, angin segar muncul pada momentum libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kunjungan wisata saat Nataru dinilai cukup menggembirakan, bahkan lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Libur Nataru kemarin trennya bagus. Harapannya bisa menjadi sinyal pemulihan untuk tahun 2026,” katanya.

Untuk mendongkrak minat wisatawan, manajemen Selecta berencana melakukan sejumlah inovasi. Salah satunya dengan menyiapkan wahana outbound baru yang ditargetkan bisa dibuka sebelum Lebaran 2026.

“Outbound saat ini sedang tinggi peminatnya. Kami targetkan sebelum Lebaran sudah bisa dibuka,” imbuhnya.

Situasi serupa juga dirasakan oleh Jatim Park Group. Manager Marketing & Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, mengakui bahwa kunjungan wisata sepanjang 2025 juga mengalami penurunan dibandingkan tahun 2024.

Menurutnya, selain daya beli yang melemah, perubahan pola liburan masyarakat turut memengaruhi angka kunjungan.

“Wisatawan kini cenderung memilih liburan singkat, destinasi yang lebih dekat, atau membagi waktu liburan di beberapa periode,” ungkap Titik.

Kondisi ini menjadi tantangan bagi industri pariwisata Kota Batu untuk terus beradaptasi melalui inovasi, peningkatan layanan, serta penguatan daya tarik agar tetap kompetitif di tengah ketatnya persaingan destinasi wisata nasional.(*)

isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H