Penulis : Dixs Fibrian

Malang, tagarjatim.com – Baru-baru ini berdear sebuah video viral tentang seorang pemilik kos yang menggerebek salah satu penghuni kosnya.

Video tersebut diunggah oleh akun TikTok @siskavizar, memperlihatkan sebuah kamar yang berantakan dengan sampah dan penuh dengan barang-barang yang menimbulkan bau tidak sedap.

Netizen menduga penghuni kos tersebut mungkin mengidap hoarding disorder. Hoarding disorder atau gangguan penimbunan adalah kondisi saat seseorang mengalami kesulitan yang luar biasa untuk membuang barang-barang, meskipun barang tersebut sudah tidak berguna, rusak, atau bahkan berbahaya.

Barang-barang ini ditumpuk secara berlebihan hingga memenuhi ruang dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan tersebut cukup berbahaya karena dapat mengganggu kehidupan pengidapnya.

Hoarding disorder juga bisa menyebabkan stres dan rasa malu dalam kehidupan sosial, yang dapat mengganggu hubungan keluarga dan pekerjaan. Selain itu, kondisi ini dapat menciptakan lingkungan yang tidak sehat dan berbahaya.

Ciri-ciri Hoarding Disorder
Gangguan hoarding disorder kerap masih dianggap remeh, padahal penangannya harus ditangani oleh tenaga profesional. Lalu apakah Anda termasuk orang yang mengidap hoarding disorder? Berikut delapan ciri-ciri hoarding disorder yang patut diwaspadai.

  1. Terlalu sering membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan
    Orang dengan gangguan hoarding disorder sering kali membeli barang yang sebenarnya tidak perlu. Mereka mungkin merasa barang tersebut akan berguna suatu saat atau memiliki nilai emosional yang kuat.
  2. Sulit untuk membuang atau melepaskan barang
    Mereka mengalami kesulitan untuk membuang barang, meskipun barang tersebut sudah tidak berfungsi, rusak, atau bahkan berbahaya. Kadang mereka merasa kehilangan jika harus melepaskan barang tersebut.
  3. Merasa perlu menyimpan barang tertentu dan kesal saat harus membuangnya
    Mereka merasa sangat ingin menyimpan barang-barang tertentu dan merasa cemas atau kesal jika harus membuangnya. Barang tersebut bisa dianggap penting atau memiliki nilai sentimental yang tinggi bagi mereka.
  4. Nyaman di lingkungan yang berantakan
    Penumpukan barang membuat ruangan di rumah mereka menjadi penuh dan berantakan, yang mengganggu fungsi ruang tersebut. Area yang seharusnya digunakan untuk kegiatan sehari-hari menjadi tidak dapat digunakan dengan baik.
  5. Kesulitan dalam pengorganisasian
    Orang dengan gangguan penimbunan sering mengalami kesulitan dalam mengambil keputusan dan sering menunda-nunda. Mereka mungkin juga perfeksionis dan merasa bahwa barang-barang harus disimpan dengan cara tertentu. Pengidap juga cenderung tidak menyadari masalah dari penimbunan barang.
  6. Merasa marah jika ada yang mencoba mengurangi penimbunan barang
    Ketika ada orang lain yang mencoba membantu membersihkan atau mengurangi penimbunan barang, mereka sering kali merasa terancam atau marah. Barang-barang tersebut dianggap sangat berharga dan sulit untuk dilepaskan.
  7. Kesulitan mengatur barang
    Dengan banyaknya barang yang menumpuk, mereka kesulitan untuk mengatur barang-barang tersebut. Barang-barang penting bisa hilang di antara tumpukan barang yang tidak teratur.
  8. Merasa cemas saat hendak membuang barang
    Mereka merasa cemas atau stres saat memikirkan untuk membuang barang-barang tersebut. Mereka merasa tidak nyaman dengan pikiran untuk membuang barang, sehingga sering kali menghindari untuk melakukannya. (*)
isra mi'raj nabi muhammad saw 1447H