Kota Malang, Tagarjatim.id – Rumah Sakit Universitas Brawijaya (RSUB) Kota Malang, Jawa Timur, resmi membuka fasilitas terbaru berupa Infectious Disease Center (IDC) atau Pusat Penyakit Menular, Sabtu (10/1/2026). Fasilitas ini dirancang sebagai pusat rujukan pertama di Jawa Timur yang secara khusus menangani penyakit menular dan penyakit baru.

Pembangunan Infectious Disease Center RSUB didukung dana hibah Uni Eropa senilai 5 juta euro atau sekitar Rp97 miliar yang disalurkan melalui Bank Pembangunan Jerman, KfW. Dukungan ini bertujuan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman pandemi serta meningkatkan sistem pengawasan penyakit menular secara berkelanjutan.

Selain hibah, Pemerintah Jerman juga memberikan pinjaman berbunga rendah untuk pengembangan lanjutan dan peningkatan peralatan rumah sakit guna memperkuat ketahanan sistem kesehatan jangka panjang.

Fasilitas IDC RSUB difungsikan sebagai layanan khusus penanganan penyakit infeksi, seperti Covid-19 dan penyakit menular lainnya. Tidak hanya berorientasi pada pelayanan pasien, pusat ini juga diproyeksikan menjadi pusat riset dan pendidikan di bidang penyakit menular.

Rektor Universitas Brawijaya, Widodo, menyampaikan bahwa Infectious Disease Center akan menjadi wadah pengembangan kajian dan penelitian penyakit menular yang berkelanjutan.

“Kami ingin riset center ini menjadi tempat kajian khusus penyakit infeksi. Infectious Disease Center ini juga didukung oleh Uni Eropa,” ujar Widodo.

Sementara itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, Sunarto, menekankan pentingnya pengelolaan fasilitas unggulan ini agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

“Fasilitas ini tidak hanya untuk layanan kesehatan, tetapi juga untuk riset dan pendidikan. Itu sangat penting untuk penguatan sistem kesehatan nasional,” katanya.

Dukungan internasional terhadap pembangunan IDC RSUB juga disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Ralf Beste. Ia menilai Jawa Timur, khususnya Malang, memiliki peran strategis dalam penguatan fasilitas kesehatan di Indonesia.

“Jawa Timur memiliki ketertarikan kuat untuk meningkatkan hubungan dengan Jerman dan Eropa. Kami bangga bisa berkontribusi membantu masyarakat Jawa Timur agar lebih siap menghadapi krisis kesehatan di masa depan,” ujarnya.

Ke depan, Infectious Disease Center RSUB diharapkan berkembang menjadi pusat penelitian penyakit menular yang melibatkan kolaborasi lintas sektor serta partisipasi masyarakat secara luas dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah.(*)

selamat tahun baru 2026