Kota Batu, Tagarjatim.id – Insiden tidak menyenangkan kembali mewarnai kompetisi sepak bola di Malang Raya. Seorang pemain muda Malang United U-21 melaporkan dugaan tindakan kekerasan yang dialaminya usai pertandingan melawan Unesa FC di Stadion Gelora Brantas, Kota Batu, Rabu (7/1/2026). Laporan tersebut kini tengah ditangani Polres Batu.
Manajemen Malang United melalui akun resmi media sosial menyampaikan bahwa pihak klub telah mengajukan laporan resmi atas dugaan perlakuan represif terhadap salah satu pemainnya yang terjadi setelah laga berakhir. Dalam pernyataannya, klub menyebut dugaan pelaku merupakan oknum aparat kepolisian yang bertugas di wilayah Batu.
Klub menilai, insiden tersebut bertentangan dengan nilai-nilai sportivitas serta mencederai semangat pembinaan atlet muda. Menurut manajemen, sepak bola semestinya menjadi ruang aman bagi pemain, khususnya generasi muda, untuk berkembang tanpa rasa takut maupun tekanan.
“Segala bentuk kekerasan dan intimidasi tidak dapat dibenarkan. Sepak bola harus menjadi wadah yang aman, mendidik, dan menjunjung tinggi martabat insan olahraga,” tulis manajemen Malang United dalam pernyataannya.
Dalam unggahan tersebut, Malang United juga menyertakan salinan Laporan/Pengaduan Nomor LPM/22/1/2026/SPKT/POLRES BATU/POLDA JAWA TIMUR. Korban berinisial MAD (21), yang diketahui merupakan mahasiswa sekaligus pemain Malang United.
Berdasarkan laporan yang diterima kepolisian, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, tak lama setelah pertandingan berakhir dengan kemenangan 1-0 untuk Unesa FC.
Situasi memanas ketika kedua tim hendak meninggalkan lapangan menuju ruang ganti.
Disebutkan, sempat terjadi dugaan aksi perundungan terhadap pemain Malang United. Meski petugas keamanan dan panitia pelaksana telah berupaya melakukan pembatasan, ketegangan tidak sepenuhnya mereda.
Dalam kondisi tersebut, korban diduga mendapat dorongan, pukulan di bagian wajah, serta tendangan di area dada dari seorang oknum aparat hingga terjatuh. Rekan-rekan korban kemudian melerai kejadian tersebut.
Akibat insiden itu, korban mengalami keluhan nyeri di bagian rahang dan sekitar mata. Merasa mengalami kekerasan fisik, korban akhirnya menempuh jalur hukum dengan melaporkan kejadian tersebut ke Polres Batu.
Kapolres Batu AKBP Andi Yudha Pranata membenarkan adanya laporan tersebut. Ia menyampaikan bahwa kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah pihak untuk memastikan kronologi dan fakta yang sebenarnya.
“Benar, ada laporan terkait dugaan penganiayaan terhadap salah satu pemain. Saat ini masih dalam tahap pendalaman,” ujar Andi Yudha, Jumat (9/1/2026).
Ia menambahkan, informasi yang beredar masih beragam sehingga perlu dilakukan klarifikasi menyeluruh, termasuk terkait dugaan bahwa terlapor merupakan anggota Polsek Batu.
“Semua masih kami cek dan dalami. Proses hukum berjalan sesuai mekanisme dan kami menjunjung asas praduga tak bersalah,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, penyelidikan oleh Polres Batu masih berlangsung dan belum ada penetapan pihak terlapor.(*)





















