Sidoarjo, tagarjatim.id – Seorang sopir angkutan kota (angkot) di kawasan Jalan Raya Gedangan, Sidoarjo, menjadi sorotan publik setelah aksinya yang arogan terekam dan viral di media sosial.
Dalam video yang beredar, sopir bernama Mahmud, warga Bendul Merisi, Wonocolo, Surabaya, tampak mengamuk dan mengancam pengguna jalan lain dengan kunci roda.
Insiden tersebut dialami pengendara pikap, Nufi Ainun, warga Kecamatan Tulangan, yang saat itu melaju dari arah selatan ke utara. Mahmud diduga tersulut emosi karena merasa kendaraan Nufi memepet angkot yang ia kemudikan.
Dalam kondisi marah, Mahmud memaki, memukul bodi pikap, menabrakkan angkot ke bagian belakang kendaraan korban, hingga meludah ke arah kursi penumpang depan. Aksi tersebut direkam dan disebarkan Nufi hingga menuai kecaman luas dari warganet.
Menindaklanjuti hal itu, Satlantas Polresta Sidoarjo segera mengamankan sopir angkot tersebut untuk mencegah insiden serupa. Kanit Turjawali Satlantas Polresta Sidoarjo, AKP Ali Rifqi Mubarok, mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah video viral di media sosial.
“Kami sempat mengamankan angkutan kota tersebut untuk menghindari kejadian serupa dan dilakukan mediasi antara kedua belah pihak,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Mahmud kemudian dipertemukan dengan Nufi di Pos Polisi Taman Pinang Indah (TPI). Berbeda dengan perilakunya saat di jalan, Mahmud tampak menunduk, mengakui kesalahannya, dan menyampaikan permintaan maaf secara langsung kepada korban.
Proses mediasi berlangsung kondusif dan permasalahan diselesaikan secara damai. Meski demikian, polisi menekankan bahwa tindakan arogan di jalan raya tidak dapat dibenarkan.
AKP Ali Rifqi Mubarok mengimbau masyarakat untuk tetap mengendalikan emosi serta mengutamakan keselamatan saat berkendara.
“Kami mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk tidak mudah terpancing emosi dan selalu mengedepankan keselamatan,” tuturnya.(*)




















