Sidoarjo, tagarjatim.id – Warga Dusun Gisik, Desa Tambak Cemandi, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, mulai mengeluhkan lambannya penanganan jembatan penghubung utama kawasan tambak yang ambruk sejak 7 Oktober lalu. Padahal jembatan ini merupakan urat nadi perekonomian warga setempat, Rabu (3/12/2025).
Menurut Selamet, warga setempat mengaku bahwa sejak ambruknya jembatan itu, mereka terpaksa mengambil jalur memutar cukup jauh untuk menuju ke area tambak, mengangkut hasil panen, serta menghubungkan permukiman dengan pusat aktivitas ekonomi di wilayah tersebut.
“Dari ambruk sampai sekarang ini kami semua yang pakai kendaraan ini, mau nggak mau harus ambil jalan memutar, dan itu lebih jauh,” ujarnya, Rabu (3/12/2025).
Selamet mengaku heran, karena meski Wakil Bupati Sidoarjo, Mimik Idayana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, dan perangkat desa sudah melakukan sidak pada 17 Oktober lalu, namun perbaikan jembatan tak kunjung dimulai.
“Waktu itu Bu Mimik dan Pak Dwi sempat melihat jembatan rusak ini. Katanya akan secepatnya di lakukan perbaikan, tapi sampai sekarang masih belum ada pengerjaan,” ungkapnya.
Selamet juga mengaku bahwa sejak dibangunnya jembatan ini pada tahun 1990 lalu, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo tidak pernah melakukan perawatan. Padahal banyak kendaraan memuat hasil panen ikan milik warga setiap hari lalu lalang melalui jembatan tersebut.
“Usia jembatan ini sudah 35 tahun, saya belum pernah lihat ada perawatan. Padahal banyak mobil muat ikan yang lewat jembatan itu,” ungkapnya.
Sebelumnya pada 17 Oktober lalu, Wakil Sidoarjo, Mimik Idayana, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Bina Marga, dan Sumber Daya Air (PUBM SDA) Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, dan perangkat desa setempat mengunjungi jembatan ini.
Dalam kunjungan tersebut Kepala Dinas PUBM SDA Sidoarjo, Dwi Eko Saptono, menyampaikan bahwa pembangunan akan dimulai pada bulan Oktober lalu, dengan menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,6 miliar dari APBD untuk proyek tersebut.(*)




















